Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Bersama China, Indonesia Bangun Ekosistem Baterai, Investasi Tembus Rp133 Triliun

bersama china, indonesia bangun ekosistem baterai, investasi tembus rp133 triliun
Bahlil Lahadalia

Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi menjalin kolaborasi dengan mitra asal China untuk mengembangkan ekosistem industri baterai nasional. Kerja sama ini melibatkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Industri Baterai Indonesia (IBI), serta konsorsium HYD yang dipimpin Zhejiang Huayou Cobalt Co.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penandatanganan kerangka kerja sama proyek tersebut telah dilakukan di Kantor Kementerian ESDM. Proyek yang diberi nama Titan ini diperkirakan menyedot investasi sebesar US$7–8 miliar atau setara Rp116,9 triliun hingga Rp133,6 triliun.

Advertisement

Bahlil menjelaskan, proyek Titan merupakan kelanjutan dari pengembangan tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah mulai beroperasi sejak 2023. Dengan tambahan investasi ini, kapasitas produksi baterai nasional akan meningkat signifikan.

Baca Juga  Anggota DPR RI: Kasus Bom SMAN 72 Akibat Hilangnya Referensi Nilai di Sekolah

Sebelumnya, proyek ini direncanakan dikerjakan bersama investor dari Korea Selatan, LG. Namun karena progres yang dinilai kurang cepat, pemerintah memutuskan menggandeng mitra baru dari China. Peletakan batu pertama proyek ditargetkan berlangsung pada semester pertama 2026 di dua wilayah berbeda.

Fasilitas produksi baterai kendaraan listrik akan dibangun di Jawa Barat, sementara smelter, pabrik prekursor katoda, dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, menyesuaikan dengan keberadaan tambang nikel di kawasan tersebut.

Melalui proyek ini, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir terbesar kedua di dunia setelah China. Bahlil optimistis Indonesia mampu menjadi pemain utama global dalam penyediaan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Baca Juga  Cadangan Gas Raksasa 5 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur, Pemerintah Target Kurangi Impor Energi

Pemerintah, kata Bahlil, akan tetap memegang kendali mayoritas saham dalam proyek tersebut, dengan porsi kepemilikan di atas 50 persen. Hal ini dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Selain memperkuat industri nasional, proyek ini juga mendukung agenda transisi energi bersih. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, Indonesia diharapkan dapat menekan impor serta beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil menegaskan, konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik menjadi langkah penting menuju ketahanan energi nasional. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa baterai kendaraan listrik tersebut diproduksi di dalam negeri agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan Indonesia. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini