Jakarta, Sinata.id β Prabowo Subianto membawa sejumlah menteri selama melakukan kunjungan bisnis dan ekonomi ke Jepang sejak Minggu (29/03/2026).
Salah seorang yang dibawa adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Ikut pula Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Di Jepang, Bahlil diberi tugas sama presiden untuk memastikan dua agenda utama agar berjalan optimal.
Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi.Β
βYang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela,β tutur Bahlil dalam keterangan persnya di Tokyo, dilansir Selasa (31/03/2026).
Proyek Blok Masela kata dia, telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun.Β
Nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan.
βJadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,β ungkap Bahlil.
Menurut dia, jika proyek ini berjalan, ketahanan energi di sektor migas akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia.
Pemerintah berkomitmen kuat dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan.Β
Untuk itu kata Bahlil, Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.
βJadi mau geothermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,β ujarnya.
Capaian agenda utama di Jepang kata dia, tidak terlepas dari koordinasi yang solid antar kementerian dan lembaga.Β
βIni adalah bagian daripada upaya untuk melakukan itu, dan semua ini sudah tentu bisa terjadi karena koordinasi yang baik yang dilakukan oleh Pak Seskab sebagai ketua kelas dalam mengkoordinasi urusan-urusan ini di Jepang,β tandasnya. [tm]
Β









Jadilah yang pertama berkomentar di sini