JAKARTA, Sinata.id – Amerika Serikat dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang selama beberapa pekan terakhir memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut akan ditandatangani secara resmi pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut tercapainya kesepakatan itu sebagai "kesepakatan besar" yang akan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengisyaratkan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal setelah tercapainya kesepakatan tersebut.
Di pihak lain, Dewan Keamanan Nasional Iran mengonfirmasi bahwa blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat akan segera dicabut dan konflik di berbagai front akan dihentikan sebagai bagian dari implementasi perjanjian.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang disebut berperan dalam proses mediasi, menyampaikan bahwa upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss dengan melibatkan para pejabat tinggi dari kedua negara.
Kesepakatan ini disambut positif oleh pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Bursa saham di sejumlah negara Asia juga bergerak menguat setelah pengumuman tersebut.
Meski demikian, sejumlah rincian penting masih belum diumumkan kepada publik.
Negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung setelah penandatanganan untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk program nuklir Iran, status uranium yang telah diperkaya, pencabutan sanksi ekonomi, serta pengelolaan keamanan di Selat Hormuz.
Kesepakatan ini juga memunculkan berbagai reaksi politik. Sejumlah analis menilai perjanjian tersebut menjadi titik balik hubungan Washington dan Teheran setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan.
Namun, mereka mengingatkan bahwa implementasi kesepakatan masih menghadapi tantangan, terutama terkait situasi keamanan di Lebanon dan dinamika politik regional yang melibatkan Israel.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, perjanjian damai ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.