Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Agar Program Tidak Berubah-ubah, MBG Perlu Payung Hukum yang Jelas

agar program tidak berubah-ubah, serta untuk memberikan kepastian bagi pekerja, mitra, hingga umkm, program makan bergizi gratis (mbg) perlu dikuatkan dengan payung hukum yang jelas.
Neng Eem Marhamah

Tangerang, Sinata.id – Agar program tidak berubah-ubah, serta untuk memberikan kepastian bagi pekerja, mitra, hingga UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dikuatkan dengan payung hukum yang jelas.

Demikian dikatakan Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah saat mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parung Serab, Tangerang, Banten, Senin 1 Desember 2025.

Advertisement

Ditambah lagi, anggaran negara yang besar telah digelontorkan untuk menjalankan Program MBG. Sehingga menurut Neng Eem, harus ada regulasi untuk menjaga keberlangsungan program.

“Langkah baiknya kita perlu payung hukum. Program MBG ini harus punya dasar yang jelas supaya tidak tiba-tiba diubah,” tandasnya.

Baca juga: BGN Nyatakan SPPG Wajib Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, HACCP dan Halal

Sementara, saat berada di SPPG Parung Serab, Neng Eem soroti sejumlah persoalan yang ada. Ia menilai, sebagian besar operasional telah sesuai standar. Mulai dari penanganan limbah, hingga alur distribusi. Namun ada beberapa yang perlu diperbaiki.

Baca Juga  Bima Permana Putra, Peserta Demo Jakarta Sempat Dilaporkan Hilang, Ditemukan Jual Mainan Barongsai

“Kami tadi melihat sirkulasi udaranya perlu diperluas agar para pekerja lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Selain memeriksa fasilitas, Neng Eem juga sikapi tentang kesejahteraan pekerja. Terutama soal keterlambatan gaji yang banyak dikeluhkan di beberapa SPPG.

Meski demikian, dia tetap mengapresiasi SPPG Parung Serab, karena para tenaga ahli di SPPG telah menerima gaji bulanan secara lebih tepat waktu.

Politisi PKB tersebut menegaskan, hak gaji SDM tidak boleh terkendala. Karena mereka bekerja penuh, sekaligus menjadi bagian penting dari rantai pelayanan gizi.

Sehingga, kata Neng Eem, perbaikan tata kelola dan disiplin administrasi mutlak harus dilakukan, agar kasus keterlambatan gaji tidak terulang. “Pekerja tidak boleh menunggu berbulan-bulan hanya untuk menerima hak mereka,” tuturnya. (*)

Baca Juga  Jakarta Raih Rekor Nasional Setelah Ribuan Aset Publik Miliki Sertifikat Hukum

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini