KATHMANDU, Sinata.id – Kisah luar biasa datang dari lereng Gunung Everest. Seorang pemandu pendakian asal Nepal, Dawa Sherpa, ditemukan hidup setelah enam hari dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia di gunung tertinggi di dunia tersebut.
Pria berusia 57 tahun itu ditemukan sedang merayap turun menuju base camp setelah bertahan hidup di ketinggian ekstrem dengan cara mengunyah es dan memakan beberapa cokelat yang tersisa di sakunya.
Dalam wawancara dengan BBC Nepali, Dawa menegaskan dirinya tidak pernah benar-benar hilang, melainkan berjuang bertahan hidup setelah kehabisan oksigen di ketinggian sekitar 7.500 meter.
“Saya tidak berpikir saya akan tetap hidup. Saya pikir saya akan mati,” ujar Dawa, Jumat (5/6/2026).
Sebelumnya, keluarga Dawa di Kathmandu telah menerima kabar bahwa peluang penyelamatan sangat kecil. Bahkan, mereka mulai melakukan ritual terakhir untuk mengenang dirinya yang diduga telah meninggal di Everest.
Namun, enam hari kemudian, kabar mengejutkan datang. Dawa ditemukan oleh sekelompok pendaki yang sedang bergerak menuju base camp.
Bertahan dengan Es dan Cokelat
Dawa mengaku tidak mengonsumsi makanan apa pun selama dua hari pertama setelah terpisah dari rombongan.
“Saat oksigen habis, saya tidak bisa berjalan,” katanya dikutip Minggu (7/6/2026).
Untuk bertahan hidup, ia mengunyah bongkahan es meski menyebabkan giginya terasa sakit. Belakangan, ia menemukan beberapa potong cokelat di sakunya yang menjadi satu-satunya sumber energi.
“Saya mulai mengunyah es. Gigi saya sakit. Saya mengunyah es dengan keras,” tuturnya.
Tak hanya itu, perjuangannya semakin berat ketika ia terjatuh ke dalam celah es (crevasse) di kawasan Khumbu Icefall. Selama sekitar dua setengah hari, Dawa terjebak tanpa bisa menemukan jalan keluar.
Harapan muncul ketika longsoran salju menjatuhkan timbunan salju ke dalam celah tersebut sehingga membentuk pijakan yang memungkinkan dirinya keluar.
“Dengan menginjak salju, saya berdiri dan melihat ke atas. Rasanya saya bisa keluar dari sana,” kenangnya.
Merangkak Turun dari Everest
Setelah berhasil keluar dari celah es, Dawa menemukan tali pengaman yang membantunya bergerak turun. Meski kembali menghadapi longsoran salju, ia memilih terus berjalan sepanjang malam.
Perjuangannya akhirnya berbuah hasil ketika bertemu sekelompok pendaki yang sedang naik gunung untuk mengumpulkan sampah.
“Mereka membawa saya turun,” ujarnya.
Dawa kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit HAMS di Kathmandu untuk menjalani perawatan akibat dehidrasi, radang dingin, serta beberapa cedera termasuk tulang retak.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini