“Sejauh mana pengungkapan kasus korupsi BGN melalui langkah Justice Collaborator Sony Sonjaya, serta bagaimana pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor di tengah meningkatnya tekanan pasar”
Jakarta, Sinata.id – Sejumlah isu besar mewarnai dinamika nasional pada Jumat (5/6/2026).
Mulai dari perkembangan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dugaan korupsi di lingkungan Imigrasi, isu perombakan kabinet, hingga tekanan terhadap pasar keuangan nasional.
Sorotan utama datang dari tersangka kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya.
Melalui kuasa hukumnya, Sony mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan menyatakan siap membongkar pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam korupsi program MBG.
Pengacara Sony, Krisna Murti, mengatakan kliennya akan mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif maupun legislatif dalam dugaan praktik korupsi yang terjadi di tubuh BGN.
Sony merupakan satu dari tiga tersangka dalam kasus tersebut bersama Dadan Hindayana dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Status Justice Collaborator memungkinkan seorang tersangka memperoleh keringanan hukuman apabila keterangannya membantu aparat penegak hukum mengungkap pelaku lain dan jaringan kejahatan yang lebih luas.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyeret mantan Dirjen Imigrasi sekaligus Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap dugaan pungutan liar terhadap warga negara asing yang mengurus izin tinggal di Indonesia menghasilkan dana mencapai Rp145,5 miliar selama periode 2022 hingga 2026. KPK juga menemukan puluhan rekening yang diduga digunakan untuk menampung aliran dana tersebut.
Di bidang politik, perhatian publik tertuju pada sinyal masuknya Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, ke dalam Kabinet Prabowo-Gibran.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengisyaratkan proses tersebut sedang berjalan dan jabatan yang akan diemban Said tidak jauh dari bidang ketenagakerjaan yang selama ini menjadi fokus perjuangannya.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini