Toba, Sinata.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematangsiantar berkolaborasi dengan Garda Muda Peduli Masyarakat (Gampera) Pematangsiantar dalam kegiatan Leadership Camp yang digelar di Pakkodian, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar. Leadership Camp ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta pemahaman peserta mengenai peran lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Humas BI Pematangsiantar, Syafrul, menjelaskan bahwa BI merupakan bank sentral yang memiliki tugas utama menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Menurutnya, berbeda dengan bank umum yang berorientasi pada keuntungan (profit), Bank Indonesia tidak berfokus pada pencapaian laba, melainkan menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
“Bank umum berorientasi pada profit, sedangkan Bank Indonesia tidak. Tugas utama BI adalah menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Syafrul.
Dalam pemaparannya, Syafrul juga menjelaskan peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri atas empat lembaga, yaitu Kementerian Keuangan sebagai koordinator, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar mata uang tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi di sejumlah negara lain di dunia.
“Bukan hanya rupiah yang mengalami tekanan. Sejumlah mata uang di berbagai negara juga mengalami kondisi serupa,” katanya.
Selain sesi pemaparan materi, BI Pematangsiantar juga membagikan berbagai suvenir kepada peserta dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Kegiatan Leadership Camp ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kepemimpinan, ekonomi, serta peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini