Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Harkitnas 2026 di Pematangsiantar, Wesly Silalahi Serukan Perlindungan Generasi Muda di Era Digital

harkitnas 2026 di pematangsiantar, wesly silalahi serukan perlindungan generasi muda di era digital
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi saat pimpin upacara Harkitnas ke 188. (diskominfosiantar)

Pematangsiantar, Sinata.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kota Pematangsiantar berlangsung khidmat di Lapangan Adam Malik, Rabu (20/5/2026).

Upacara dipimpin langsung Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, sebagai inspektur upacara didampingi Komandan Upacara Rilan Syakban Pohan.

Advertisement

Dalam amanatnya, Wesly membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menekankan pentingnya kebangkitan bangsa dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya perlindungan generasi muda sebagai aset masa depan negara.

Wesly menyampaikan semangat Kebangkitan Nasional yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 harus tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada kemerdekaan fisik dan kedaulatan wilayah, kini tantangan bangsa bergeser pada penguasaan teknologi, informasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Drama Penjual Sabu Menunggu Pembeli yang Datang Polisi

“Tema Harkitnas tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang harus dilindungi dan dipersiapkan menghadapi perubahan global,” ujar Wesly.

Dalam kesempatan itu, Wesly juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah, kata dia, telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Melalui aturan tersebut, akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dibatasi guna menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat.

“Negara hadir memastikan anak-anak Indonesia tidak terpapar konten digital berisiko tinggi. Perlindungan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa,” lanjutnya.

Baca Juga  Puncak Perayaan HUT ke-155 Kota Siantar, Ribuan Warga Padati Lapangan Adam Malik

Selain isu digital, Wesly juga menyampaikan sejumlah program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut mendukung penguatan kualitas generasi muda.

Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Ia menilai program-program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Di akhir amanatnya, Wesly mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk terus menumbuhkan semangat persatuan dan gotong royong.

Menurutnya, tantangan modern hanya bisa dihadapi melalui kolaborasi dan solidaritas seluruh komponen bangsa.

Turut hadir dalam upacara tersebut Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, jajaran Forkopimda Plus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, Ketua TP PKK, Liswati Wesly Silalahi, pimpinan OPD, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar. (SN10)

Baca Juga  Kewenangan Sekda Disorot, Evaluasi Tata Kelola ASN Pematangsiantar Dinilai Mendesak

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini