Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Tiga Hari Hilang Terseret Arus, Korban Hanyut di Sungai Batang Bangko Ditemukan Meninggal

hanyut
Tim pencari korban di Sungai Batang Bangko, Madina. (Foto: SAR)

MANDAILING NATAL, Sinata.id  — Pencarian panjang selama tiga hari akhirnya menemukan titik terang.

Seorang warga bernama Amiran (60), yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Bangko, Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu pagi (20/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB — namun dalam keadaan tidak bernyawa.

Advertisement

Amiran pertama kali dilaporkan hilang pada Minggu sore, 17 Mei 2026, sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat itu, pria berusia 60 tahun tersebut hendak mengambil air wudhu di tepian sungai. Diduga kakinya terpeleset di bibir sungai yang licin, hingga ia jatuh dan terseret derasnya arus Sungai Batang Bangko.

Laporan kejadian segera diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.

Keesokan harinya, Senin (18/5), satu tim rescue dari Pos SAR Mandailing Natal langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur SAR gabungan.

Sesampainya di lokasi, tim melakukan asesmen awal dan membangun koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya BPBD Mandailing Natal, Polsek Sinunukan, aparat kecamatan, serta warga setempat.

Personel kemudian dibagi ke dalam beberapa Search Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan cakupan area pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa tim menerapkan sejumlah metode pencarian yang disesuaikan dengan kondisi medan.

“Kami menerapkan beberapa teknik pencarian, di antaranya penyisiran permukaan air menggunakan perahu LCR ke arah hilir sungai, scouting darat di sepanjang bantaran sungai, serta pemantauan udara menggunakan Drone Thermal,” terangnya.

Operasi tidak berjalan tanpa hambatan. Hujan yang mengguyur lokasi, arus sungai yang deras, dan jarak pandang terbatas menjadi tantangan nyata bagi para personel di lapangan.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini