Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Misteri Plain of Jars Laos Terungkap, Arkeolog Temukan Rangka Manusia di Guci Batu

misteri plain of jars laos terungkap, arkeolog temukan rangka manusia di guci batu
Guci kematian manusia purba. (wikimedia)

Vientiane, Sinata.id – Misteri yang selama ini menyelimuti situs arkeologi legendaris Plain of Jars di Laos mulai terungkap.

Untuk pertama kalinya, tim arkeolog menemukan sisa rangka manusia di dalam sebuah guci batu raksasa kuno di kawasan tersebut.

Advertisement

Penemuan ini memperkuat teori lama yang menyebut ribuan guci batu di Plain of Jars digunakan dalam ritual pemakaman kuno. Namun, guci tersebut diduga bukan menjadi tempat pemakaman akhir, melainkan wadah kolektif untuk menyimpan jasad yang telah mengalami proses pembusukan.

Guci Batu Digunakan untuk Pemakaman Kolektif

Guci batu yang diberi nama “Jar 1” ditemukan di Situs 75, Dataran Tinggi Xieng Khouang, Laos bagian utara. Dibandingkan lebih dari 2.000 guci lain di kawasan tersebut, Jar 1 memiliki ukuran yang sangat besar dengan diameter mencapai 2,05 meter.

Baca Juga  UTBK-SNBT 2026 Dibuka, Ini Jadwal, Materi Tes, dan Cara Daftar

Arkeolog dari James Cook University Australia, Nicholas Skopal, mengatakan guci tersebut memiliki karakteristik unik.

“Ini merupakan salah satu guci terbesar yang pernah ditemukan di Laos. Struktur dindingnya tebal dengan dasar yang luas dan bentuk menyerupai mangkuk,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Saat proses ekskavasi dilakukan, tim peneliti menemukan susunan tulang manusia yang tertata rapi di dalam guci. Tengkorak manusia disusun di bagian tepi dalam, sementara tulang tangan dan kaki dikelompokkan di bagian tengah.

Penemuan itu mengindikasikan adanya ritual pemakaman sekunder, yakni proses pemindahan tulang setelah jasad mengalami pembusukan di lokasi lain.

Digunakan Selama Hampir 300 Tahun

Melalui uji penanggalan radiokarbon terhadap sampel gigi manusia, para peneliti menemukan bahwa sisa rangka di dalam guci berasal dari periode 890 hingga 1160 Masehi.

Baca Juga  Studi: Buaya Purba Bisa Berjalan dengan Dua Kaki Saat Dewasa

Artinya, guci tersebut digunakan secara berulang selama hampir 300 tahun sebagai tempat penyimpanan tulang bagi komunitas atau keluarga besar di wilayah itu sekitar 1.200 tahun lalu.

Para ilmuwan kini berencana melakukan analisis DNA kuno untuk mengetahui hubungan biologis antarindividu yang ditemukan di dalam guci batu tersebut.

Bukti Perdagangan Kuno Asia Tenggara

Selain tulang manusia, arkeolog juga menemukan ribuan manik-manik kaca berwarna di dalam guci. Hasil penelitian menunjukkan manik-manik tersebut berasal dari India.

Temuan itu menjadi bukti bahwa masyarakat Plain of Jars telah memiliki hubungan perdagangan internasional di Asia Tenggara sejak ribuan tahun lalu.

Meski memiliki koneksi dagang yang luas, komunitas tersebut diyakini tetap mempertahankan tradisi ritual lokal yang sakral.

Baca Juga  Penyebab Keyboard Laptop Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Hasil penelitian mengenai Plain of Jars ini telah dipublikasikan dalam jurnal arkeologi internasional Antiquity dan menjadi salah satu penemuan penting yang menjawab misteri fungsi ribuan guci batu raksasa di Laos. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini