Jakarta, Sinata.id – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini polusi udara berbasis data terpadu untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat pencemaran udara.
Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Peringatan Dini Polusi Udara yang digelar Universitas Indonesia bersama Research Center for Climate Change (RCCC) UI di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dalam pidatonya, Dante mengajak masyarakat melihat dampak nyata polusi udara melalui kondisi sehari-hari di wilayah Jabodetabek.
Ia menggambarkan bagaimana Gunung Salak dan Gunung Gede hanya terlihat jelas setelah hujan deras karena polusi udara berkurang sementara.
“Kabut abu-abu itulah polusi udara yang ada di sekitar kita setiap hari,” ujar Dante.
Menurutnya, polusi udara menjadi ancaman kesehatan serius bagi seluruh kelompok usia.
Anak-anak berisiko mengalami pneumonia dan gangguan tumbuh kembang, sementara lansia rentan mengalami penurunan fungsi organ.
Selain itu, penderita penyakit kronis dan pekerja luar ruangan juga menghadapi risiko gangguan kesehatan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini