Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Usul Telur Bebek Masuk Menu MBG, DPR RI Dorong Pemerintah Berikan Subsidi Pakan Ternak

usul telur bebek masuk menu mbg, dpr ri dorong pemerintah berikan subsidi pakan ternak
Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru'yat (ft: parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, mengusulkan agar telur bebek dimasukkan ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkaya variasi sumber protein, tetapi juga dapat membantu para peternak bebek yang saat ini mengalami tekanan ekonomi.

Advertisement

Achmad menilai usulan tersebut layak menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN) karena kebutuhan protein dalam program MBG tidak secara khusus membatasi jenis telur yang digunakan.

Ia menyebut telur bebek memiliki kandungan protein yang baik dan dapat menjadi alternatif selain telur ayam dalam penyediaan menu bergizi bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Achmad di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga  Ketua DPR RI Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Risiko Haji di Situasi Geopolitik Global

Politikus yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI juga menilai, bahwa keberagaman bahan pangan penting untuk mendukung kualitas menu dalam program MBG.

Selain mendorong penyerapan hasil produksi peternak, Achmad juga menyoroti belum adanya subsidi pakan ternak dari pemerintah.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sektor pertanian yang mendapat alokasi subsidi pupuk cukup besar dalam APBN 2025.

Menurutnya, negara seharusnya hadir memberikan perlindungan yang adil kepada para peternak melalui kebijakan anggaran, termasuk kemungkinan pemberian subsidi pakan ternak.

Ia menilai dukungan pemerintah penting agar peternak, khususnya peternak bebek, mampu bertahan di tengah tingginya biaya produksi. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini