Pematangsiantar, Sinata.id – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan masyarakat Kota Pematangsiantar.
Dalam sepekan terakhir, harga cabai merah, bawang, hingga ayam potong dilaporkan mengalami lonjakan signifikan di sejumlah pasar tradisional dan mulai memicu keresahan warga, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Pantauan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas menunjukkan aktivitas jual beli masih berlangsung normal. Namun, keluhan pembeli terdengar hampir di setiap sudut pasar. Warga mengaku pengeluaran rumah tangga semakin meningkat akibat naiknya harga bahan pangan.
Cabai merah menjadi komoditas yang paling banyak dikeluhkan karena mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan pekan sebelumnya. Selain itu, harga bawang dan ayam potong juga ikut naik sehingga memaksa masyarakat mengurangi jumlah belanja harian.
Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag)Kota Pematangsiantar. Pemerintah berencana turun langsung ke pasar tradisional untuk mengecek kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi penyebab kenaikan harga.
Kepala Diskopukmdag Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, mengatakan pihaknya tidak ingin kenaikan harga berlangsung tanpa pengawasan. Oleh karena itu, tim dinas akan segera melakukan monitoring ke sejumlah pasar utama di Kota Pematangsiantar.
“Kami akan turun ke pasar untuk memastikan perkembangan harga secara langsung. Setelah itu, kami juga akan berkoordinasi dan memanggil para distributor untuk mengetahui penyebab kenaikan harga ini,” ujar Herbert saat ditemui di kantornya, Senin (18/5/2026).
Menurut Herbert, langkah tersebut penting untuk memastikan apakah kenaikan harga disebabkan oleh faktor distribusi, berkurangnya pasokan, atau kendala lain di lapangan. Pemerintah juga ingin memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok tetap aman.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap harga pangan akan terus dilakukan agar stabilitas pasar tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada hal yang membuat harga semakin tidak terkendali. Pemerintah tentu ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar lonjakan harga tidak berlangsung lama. Mereka mengaku mulai kesulitan mengatur pengeluaran rumah tangga karena hampir seluruh kebutuhan dapur mengalami kenaikan.
“Biasanya belanja masih cukup, sekarang harus dikurangi karena harga cabai dan ayam naik. Semoga pemerintah cepat mencari solusi,” ujar salah seorang warga di Pasar Horas.
Para pedagang juga merasakan dampak kenaikan harga tersebut. Sejumlah pedagang mengaku penjualan mulai menurun karena pembeli mengurangi jumlah belanja akibat tingginya harga bahan pangan.
Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap hasil inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, serta koordinasi dengan distributor dapat menjadi langkah awal untuk menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas pangan di tengah masyarakat. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini