Jakarta, Sinata.id — Dalam rentang waktu kurang dari dua hari, bencana hidrometeorologi bertubi-tubi menghantam sejumlah wilayah Indonesia.
Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda dari Jawa Tengah hingga Kalimantan Barat sejak Sabtu (16/5) hingga Senin (18/5) pagi telah berdampak pada ribuan keluarga.
Longsor Temanggung: 400 Jiwa Sempat Terisolasi
Bencana pertama terjadi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (16/5) pukul 18.15 WIB.
Hujan deras mengguyur hingga memicu longsor di area Jembatan Kali Jaran — satu-satunya akses yang menghubungkan Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto.
Akibatnya, 161 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa sempat terisolasi setelah jembatan penghubung roboh total.
BPBD Temanggung bergerak cepat memasang rambu peringatan dan melakukan pendataan.
Kabar baiknya, pada Minggu (17/5) jembatan darurat sementara sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan aktivitas warga berangsur pulih.
Longsor Banjarnegara: 32 Jiwa Mengungsi, 10 Rumah Terancam
Masih di Jawa Tengah, longsor juga menerjang Kabupaten Banjarnegara pada hari yang sama pukul 15.00 WIB.
Material longsoran di Jalan Turut, Dusun Jombok Jojogan, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan, menutup akses menuju Desa Jembangan.
Sebanyak 11 KK atau 32 jiwa terpaksa mengungsi, sementara 10 unit rumah berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah.
BPBD Banjarnegara masih menangani lokasi dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih berpotensi hujan intensitas sedang hingga tinggi.
Banjir Gorontalo: 2.692 Jiwa Terdampak, Ratusan Rumah Terendam
Sabtu (16/5) malam pukul 21.20 WITA, giliran Kota Gorontalo yang dilanda banjir.
Kali Serdadu meluap akibat curah hujan tinggi, menggenangi permukiman dan areal persawahan di dua kecamatan, sepuluh kelurahan.
Data sementara mencatat 761 KK atau sekitar 2.692 jiwa terdampak, dengan 603 unit rumah terendam genangan. BPBD Kota Gorontalo turun langsung ke lapangan.
Per Minggu (17/5), genangan di sebagian wilayah mulai surut meski penyedotan air masih terus berlangsung di beberapa titik.
Banjir Sintang: 2.718 KK Terdampak, Jembatan Gantung Putus
Bencana terparah dilaporkan dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini