Jakarta, Sinata.id – Nilai tukar rupiah masuk dalam daftar 10 mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2026.
Berdasarkan data yang dirangkum CNBC Indonesia, rupiah berada di posisi keenam dengan kurs sekitar Rp17.460 per US$1.
Daftar tersebut disusun berdasarkan jumlah unit mata uang lokal yang dibutuhkan untuk memperoleh satu dolar AS. Semakin besar nominal yang diperlukan, maka semakin rendah nilai mata uang tersebut terhadap dolar.
Namun demikian, tingginya angka kurs tidak selalu menunjukkan kondisi ekonomi suatu negara berada dalam situasi terburuk. Nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi berkepanjangan, kebijakan moneter, kondisi pasar, hingga sejarah redenominasi mata uang.
Dalam daftar tersebut, rial Iran tercatat sebagai mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS. Untuk mendapatkan US$1, dibutuhkan sekitar 1.318.130 rial Iran.
Posisi berikutnya ditempati pound Lebanon dengan kurs sekitar 89.500 per US$1, disusul dong Vietnam sebesar 26.350 per US$1, leone Sierra Leone sebesar 22.683 per US$1, dan kip Laos sebesar 21.808 per US$1.
Setelah rupiah, daftar dilanjutkan dengan som Uzbekistan sebesar 12.072 per US$1, franc Guinea 8.735 per US$1, guarani Paraguay 6.081 per US$1, serta ariary Madagaskar sebesar 4.158 per US$1.
Daftar Mata Uang Terkuat Dunia 2026
Sementara itu, meski dolar AS mendominasi perdagangan internasional dan cadangan devisa global, mata uang tersebut bukan yang paling kuat secara nominal.
Berdasarkan laporan Forbes Advisor, dinar Kuwait (KWD) kembali menempati posisi sebagai mata uang terkuat di dunia pada 2026.
Kekuatan mata uang umumnya diukur berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Negara-negara Timur Tengah mendominasi daftar tersebut karena didukung pendapatan besar dari sektor minyak dan gas.
Berikut daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor 2026:
Dinar Kuwait (KWD)
Dinar Bahrain (BHD)
Rial Oman (OMR)
Dinar Yordania (JOD)
Poundsterling Inggris (GBP)
Gibraltar Pound (GIP)
Dollar Kepulauan Cayman (KYD)
Franc Swiss (CHF)
Euro (EUR)
Dolar Amerika Serikat (USD)
Dinar Kuwait telah digunakan sejak 1960-an dan sempat dipatok terhadap poundsterling Inggris sebelum akhirnya dikaitkan dengan sekeranjang mata uang internasional.
Sementara franc Swiss dikenal sebagai salah satu mata uang safe haven atau aset aman bagi investor global karena stabilitas ekonomi Swiss yang tinggi.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
Pergerakan nilai tukar mata uang dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan geopolitik.
Salah satu faktor utama adalah tingkat inflasi. Negara dengan inflasi rendah cenderung memiliki mata uang yang lebih stabil karena daya beli masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, kebijakan suku bunga juga memengaruhi arus modal asing. Suku bunga tinggi biasanya menarik investor global, meski dampaknya dapat berkurang jika inflasi ikut meningkat.
Kondisi neraca perdagangan, tingkat utang pemerintah, stabilitas politik, hingga pertumbuhan ekonomi turut menjadi penentu kekuatan mata uang suatu negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan geopolitik, perang, dan konflik perdagangan global juga dinilai memperbesar volatilitas pasar valuta asing dunia. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini