Jakarta, Sinata.id – Bulan diketahui terus bergerak menjauh dari Bumi dalam sebuah fenomena astronomi yang telah berlangsung selama miliaran tahun.
Perubahan ini kini mulai diprediksi membawa dampak jangka panjang, termasuk kemungkinan hilangnya fenomena gerhana Matahari Total di masa depan.
Berdasarkan hasil pengamatan ilmiah, Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski tampak sangat kecil, perubahan ini memiliki dampak besar dalam skala waktu jutaan hingga miliaran tahun.
Terukur dengan Teknologi Laser
Fenomena ini dibuktikan melalui eksperimen Lunar Laser Ranging Experiment. Dalam eksperimen tersebut, ilmuwan menembakkan sinar laser dari Bumi ke reflektor yang ditinggalkan misi Apollo di permukaan Bulan.
Pantulan sinar laser yang kembali ke Bumi dalam waktu sekitar 2,5 detik digunakan untuk menghitung jarak Bumi dan Bulan dengan tingkat akurasi hingga milimeter. Hasil pengamatan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa jarak keduanya terus bertambah secara konsisten.
Dampak: Gerhana Matahari Total Bisa Menghilang
Salah satu dampak paling signifikan dari menjauhnya Bulan adalah perubahan pada fenomena gerhana Matahari Total.
Saat ini, Bulan dan Matahari tampak hampir memiliki ukuran yang sama dari Bumi. Hal ini terjadi karena perbandingan jarak dan ukuran keduanya yang sangat seimbang secara kosmis.
Matahari berukuran sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, tetapi juga berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Keseimbangan inilah yang memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna saat gerhana total terjadi.
Namun, seiring Bulan terus menjauh, ukuran tampaknya di langit akan semakin mengecil. Akibatnya, Bulan tidak lagi mampu menutupi seluruh permukaan Matahari.
Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, menyebut bahwa gerhana Matahari Total pada akhirnya akan berhenti terjadi.
“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi gerhana Matahari Total akan berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ujarnya pada 2017, dikutip dari IFLScience.
Setelah periode tersebut, Bumi hanya akan mengalami gerhana Matahari cincin (annular eclipse), ketika Bulan tampak lebih kecil dan menyisakan lingkaran cahaya Matahari.
Jarak Bulan dan Bumi Terus Bertambah
Satelit alami Bumi ini memang terus menjauh akibat interaksi gravitasi yang kompleks antara Bumi dan Bulan. Proses ini telah terjadi sejak awal terbentuknya sistem Bumi–Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Pada masa awal, Bulan diperkirakan berada jauh lebih dekat dengan Bumi dan tampak sekitar tiga kali lebih besar di langit dibandingkan sekarang.
Perpindahan orbit ini terjadi karena transfer energi rotasi Bumi ke orbit Bulan. Akibatnya, Bulan terdorong ke orbit yang lebih jauh, sementara rotasi Bumi melambat secara perlahan.
Dampak lain dari proses ini adalah bertambahnya durasi satu hari di Bumi, meskipun perubahan tersebut sangat kecil untuk dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem tata surya bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan dalam skala waktu astronomi. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini