Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Trending

Ibu Viral Ditandu 25 Kilometer Dijenguk Bupati Tapsel, Akses Jalan Terkendala Hutan Lindung

ibu viral ditandu 25 kilometer dijenguk bupati tapsel, akses jalan terkendala hutan lindung
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu bersama rombongan menjenguk Tuti Daulay. (diskominfotapsel)

Tapanuli Selatan, Sinata.id — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menjenguk Tuti Daulay, ibu yang viral di media sosial setelah ditandu sejauh 25 kilometer untuk mendapatkan pertolongan medis saat hendak melahirkan.

Tuti saat ini menjalani perawatan di rumah kerabatnya di Pining Nabaris, dekat Pasar Sipirok, Selasa (12/5/2026).

Advertisement

Sebelumnya, Tuti ditandu warga dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, menuju fasilitas kesehatan terdekat. Bayi yang dikandungnya dilaporkan meninggal dunia saat proses persalinan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video perjuangan warga membawa Tuti melewati jalan setapak di kawasan perbukitan Bukit Barisan viral di media sosial. Video itu memicu sorotan terhadap sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Tapsel.

Baca Juga  Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Publik Ramai Cari Link Full Video, Ini Faktanya

Dusun Aek Nabara diketahui berada di kawasan hutan lindung dengan kondisi akses jalan yang sulit dilalui kendaraan.

Untuk menuju ibu kota kecamatan di Arse Nauli, warga harus menempuh perjalanan sekitar 24 kilometer melintasi dua perbukitan. Sementara jarak menuju Pasar Sipirok mencapai sekitar 25 kilometer melalui medan lembah dan bukit yang terjal.

“Pemerintah daerah sudah beberapa kali mengalokasikan anggaran pembangunan jalan ke wilayah tersebut, termasuk melalui program TMMD dan Karya Bhakti bersama TNI,” kata Gus Irawan saat menjenguk Tuti.

Menurutnya, rencana pembangunan akses jalan kerap terkendala karena sebagian wilayah masuk kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa, sehingga proses pembangunan infrastruktur harus mengikuti aturan yang berlaku.

Baca Juga  OTT Kominfo Tebing Tinggi: Dugaan Suap Proyek Internet Capai Ratusan Juta

Meski hanya dihuni belasan kepala keluarga, Pemerintah Kabupaten Tapsel, lanjut Gus Irawan, tetap berupaya menghadirkan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menempatkan bidan desa di Desa Dalihan Natolu untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga.

“Di dusun itu memang belum ada tenaga kesehatan yang menetap. Namun, kami terus berupaya agar pelayanan kesehatan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Irawan didampingi Sekretaris Daerah Tapsel, Sofyan Adil Siregar. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Tuti atas musibah yang dialami. (SN18)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini