Jakarta, Sinata.id – Pianis muda berbakat asal Simalungun, Sumatera Utara, Yonggi Fayden Cordias Purba, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Setelah sebelumnya tampil gemilang di Hong Kong, Yonggi kini akan mewakili Indonesia dan Asia Tenggara pada babak final IPPA Conero International Piano Competition 2026 yang akan digelar pada 15–17 Juli 2026 di Kansas City, Amerika Serikat.
Yonggi akan bertanding pada kategori Young Artist usia 16–17 tahun sebagai wakil Southeast Asia Region. Ia berhasil lolos setelah melewati babak preliminary dan semifinal yang dilaksanakan sepanjang 2025.
Dalam dua babak tersebut, Yonggi membawakan karya “Rapsodia Nusantara No. 26” ciptaan Ananda Sukarlan, komponis Indonesia yang dikenal luas di dunia musik klasik internasional.
Pada babak final di Amerika Serikat nanti, Yonggi akan membawakan dua karya, yakni:
- “Rapsodia Nusantara No. 10” karya Ananda Sukarlan
- “Pastoral” Op. 40 No. 6 karya komponis Rusia Nikolai Kapustin
Ini menjadi kali kedua Yonggi tampil di final kompetisi bergengsi tersebut di Kansas City.
Pada 2024 lalu, ia sukses meraih juara kedua kategori Young Artist usia 14–15 tahun dengan membawakan “Rapsodia Nusantara No. 31” karya Ananda Sukarlan dan “El Puerto” karya komponis Spanyol Isaac Albéniz.
Yonggi merupakan siswa binaan Lembaga Musik KITA Anak Negeri di Depok yang diasuh oleh Devina Novia Ferty.
Dalam babak semifinal sebelumnya, ia juga membawakan “Rapsodia Nusantara No. 6”, karya yang menjadi salah satu andalannya di berbagai kompetisi internasional.
Andalkan Musik Indonesia di Panggung Dunia
Keberhasilan Yonggi tidak lepas dari keberaniannya mengangkat karya-karya Indonesia di panggung internasional.
Komposisi “Rapsodia Nusantara” karya Ananda Sukarlan dikenal mampu menampilkan teknik permainan piano tingkat tinggi sekaligus identitas musik Nusantara yang kuat di mata juri internasional.
Khusus “Rapsodia Nusantara No. 10”, karya tersebut disebut sangat menantang karena mengadaptasi teknik musik gamelan Bali untuk dimainkan dengan sepuluh jari di atas piano.
Karya itu sebelumnya juga sukses dibawakan oleh sejumlah pianis Indonesia yang kini berkarier di luar negeri seperti Anthony Hartono di Singapura dan Calvin Abdiel Tambunan di Australia.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini