Medan, Sinata.id – Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan teknologi bukan sekadar perangkat, melainkan solusi untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan, termasuk dalam pelayanan publik dan masa depan generasi muda.
Hal itu disampaikan Rico saat menutup Medan Coding Competition 2026 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (9/5/2026).
“Teknologi menciptakan solusi,” ujar Rico di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pembina Harian UMSU Prof Agussani, Rektor UMSU Prof Akrim, Plt Ketua IWAPI Medan Yoshida Sary, Kepala BRIDA Medan Benny Iskandar, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Dalam sambutannya, Rico menjelaskan perkembangan teknologi lahir dari kebutuhan manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Ia mencontohkan perubahan cara berkomunikasi yang kini semakin cepat berkat kemajuan teknologi digital.
Menurutnya, transformasi digital juga terjadi di berbagai sektor, mulai dari dunia kerja hingga pemerintahan. Bahkan, pandemi COVID-19 turut mempercepat adaptasi masyarakat terhadap layanan virtual dan penggunaan teknologi interaktif.
Di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Rico menyebut pihaknya terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui aplikasi pengaduan dan layanan berbasis pesan instan.
“Segala permasalahan sekarang kita coba cari solusinya melalui teknologi,” katanya.
Rico juga menyoroti perubahan minat generasi muda yang kini mulai tertarik pada bidang digital seperti programmer, e-sports, startup, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, ia menilai kemampuan beradaptasi dengan perkembangan AI menjadi hal penting bagi generasi muda Indonesia. Meski demikian, pemanfaatan teknologi tetap harus sejalan dengan nilai budaya, agama, dan kebangsaan.
Menurut Rico, Kota Medan memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.
“Masa depan bukan untuk ditunggu, tetapi diciptakan dari tangan kita sendiri,” ucapnya.
Medan Coding Competition 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Medan melalui BRIDA bersama IWAPI Medan dan UMSU. Kompetisi ini diikuti 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Peserta terdiri dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa dengan kategori lomba seperti coding, robotik, Internet of Things (IoT), mobile apps, hingga e-sports.
Rico menilai tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif terhadap perkembangan ekosistem digital di Kota Medan.
“Kalau dulu kita bicara coding competition, belum tentu anak-anak aware. Sekarang mereka sudah siap,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Agussani mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama internasional di bidang digital dengan Universiti Malaysia Perlis, Malaysia.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan program Pemko Medan yang fokus pada pengembangan sektor digital dan teknologi.
Acara penutupan ditandai dengan pengumuman serta penyerahan hadiah kepada para pemenang dari berbagai kategori lomba yang disambut antusias peserta dan tamu undangan. (SN22)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini