Medan, Sinata.id – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, mengukuhkan sebanyak 1.586 wisudawan pada prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium USU, Medan, Jumat hingga Sabtu (8–9/5/2026).
Dengan penambahan tersebut, jumlah alumni USU kini mencapai 277.132 orang. Capaian itu menegaskan posisi USU sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Sumatera yang terus melahirkan lulusan berdaya saing.
Pada periode wisuda kali ini, USU meluluskan 34 doktor, 186 magister, 49 pendidikan spesialis, 3 sub-spesialis, 56 dokter jenjang magister, 353 lulusan pendidikan profesi, 896 sarjana, dan 9 lulusan diploma.
Dalam sambutannya, Rektor USU menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam kehidupan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Muryanto.
Ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kiranya pendidikan yang telah ditempuh dapat mengantarkan saudara memperoleh pekerjaan yang diharapkan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi meningkatkan kompetensi dan keterampilan,” katanya.
Muryanto Amin juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan berlangsung.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh jasa dan pengorbanan para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik,” tuturnya.
Salah seorang wisudawan, Agnelisa Putria Harahap, membagikan pengalamannya selama menjalani pendidikan profesi dokter di USU. Ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara belajar dan aktivitas di rumah sakit.
“Karena kami dari Fakultas Kedokteran harus belajar lebih ekstra. Saat menjalani profesi, tantangannya ada pada manajemen waktu dan rasa lelah ketika bertugas di rumah sakit,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ruth Maria Situmorang. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menyeimbangkan akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi selama menjalani pendidikan.
“Kita harus belajar ekstra, tetapi juga tetap aktif di organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan lainnya. Jadi yang paling penting memang manajemen waktu,” katanya.
Sementara itu, Adli Nadhif, mengaku tantangan terbesarnya saat menjalani penelitian di luar provinsi.
“Kesulitannya ada pada jarak karena penelitian saya dilakukan di luar provinsi. Namun tetap harus dijalani, walaupun kadang merasa lelah atau burnout, karena saya yakin bisa lulus tepat waktu,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Muryanto mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Teruslah belajar, berjuang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga seluruh lulusan USU dapat menjadi pribadi yang membawa kebaikan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (SN22)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini