Oleh : Ps Dion Panomban
Saat Teduh abbah Home Family
Kamis, 7 Mei 2026
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tanpa sadar lebih sibuk mengkritik, menghakimi, dan melihat kelemahan orang lain daripada membangun sesama dengan kasih. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan agar setiap orang percaya hidup dalam kasih karunia yang memulihkan, bukan dalam penghakiman yang meruntuhkan.
Hati yang terluka dan tidak dipulihkan sering kali melahirkan kata-kata yang tajam, penuh kemarahan, dan penghakiman. Akibatnya, bukan hanya orang lain yang terluka, tetapi hidup kita sendiri juga menjadi hancur oleh kepahitan dan emosi yang tidak terkendali.
Karena itu, umat percaya diajak untuk memenuhi hidup dengan kasih karunia Tuhan serta perkataan yang membangun, menguatkan, dan membawa damai sejahtera.
Pembacaan Alkitab
Alkitab – 1 Petrus 5:8-11 (TB)
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”
Firman Tuhan dalam bagian ini mengingatkan bahwa kehidupan rohani bukanlah sesuatu yang bisa dijalani dengan lengah. Orang percaya harus sadar dan berjaga-jaga karena iblis terus mencari celah untuk menjatuhkan manusia.
Iblis diumpamakan seperti singa yang mengaum karena ia datang dengan intimidasi, ketakutan, dan ancaman untuk melemahkan iman. Bahkan Alkitab menyebut iblis ingin “menelan”, bukan sekadar menekan. Hal ini menggambarkan bahwa tujuan iblis adalah menghancurkan total kehidupan manusia, iman, damai sejahtera, bahkan masa depan rohani seseorang.
Namun Firman Tuhan juga memberikan pengharapan. Orang percaya tidak melawan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan iman yang teguh kepada Tuhan. Ketika tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan, maka kasih karunia-Nya akan meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan hidup setiap umat-Nya.
Selain itu, Tuhan mengingatkan bahwa penderitaan bukan hanya dialami sendiri. Banyak saudara seiman di seluruh dunia juga menghadapi pergumulan yang sama. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk saling menguatkan, bukan saling menghakimi.
Pertanyaan Perenungan
- Mengapa untuk melawan iblis kita perlu sadar dan berjaga-jaga?
- Mengapa iblis diumpamakan seperti singa?
- Mengapa dikatakan bahwa iblis menelan, bukan sekadar menekan?
- Dengan apa kita melawan iblis?
- Mengapa kita harus mengetahui bahwa saudara seiman di seluruh dunia juga mengalami penderitaan?
Kiranya saat teduh ini mengingatkan setiap kita untuk hidup dalam kasih karunia Tuhan, menjaga hati dari penghakiman, dan tetap teguh dalam iman menghadapi setiap tantangan hidup.
Jangan biarkan hati dipenuhi luka, kepahitan, dan penghakiman, sebab hal itu menjadi pintu bagi iblis untuk melemahkan hidup rohani kita. Isilah hidup dengan kasih karunia Tuhan, perkataan yang membangun, dan iman yang teguh. Ketika kita tetap berjaga-jaga dan bersandar kepada Tuhan, maka Dia sendiri yang akan meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan hidup kita sampai selama-lamanya.
Selamat bersaat teduh. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini