Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

BEM IAKN Tarutung Soroti Keterlambatan Pencairan Beasiswa PPA

bem iakn tarutung soroti keterlambatan pencairan beasiswa ppa
Yosef Aprian Simanjuntak. foto: sinata

Tapanuli Utara, Sinata.id – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai sorotan dari kalangan mahasiswa terkait belum terealisasinya pencairan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN Tarutung, Yosef Aprian Simanjuntak, menyampaikan bahwa dana beasiswa yang telah diumumkan sejak Januari 2026 hingga awal Mei belum diterima oleh mahasiswa penerima.

Advertisement

Berdasarkan hasil konfirmasi yang dilakukan pihak BEM, termasuk kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, disebutkan bahwa dana masih dalam kondisi terblokir di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius. Mengapa dana yang sudah dialokasikan untuk mahasiswa justru belum disalurkan hingga berbulan-bulan?” ujar Yosef dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga  Ketua PKK Tapteng Hadiri Hari Ulos Nasional 2025

Ia juga menyampaikan adanya dugaan terkait kemungkinan penempatan dana pendidikan di perbankan.

“Kami mempertanyakan, apakah dana pendidikan ini sengaja ditahan dan didepositokan di bank untuk mendapatkan keuntungan dari bunga? Jika benar demikian, maka ini merupakan bentuk ketidakadilan bagi mahasiswa yang sangat membutuhkan,” tegasnya.

Yosef meminta Kementerian Keuangan memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme pengelolaan dana beasiswa tersebut.

“Hardiknas seharusnya menjadi momentum refleksi dan evaluasi. Jangan sampai muncul kesan bahwa negara justru mengambil keuntungan dari hak mahasiswa. Pendidikan adalah hak, bukan objek keuntungan,” lanjutnya.

Sebagai Koordinator Wilayah Sumatera Utara BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Yosef menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan realisasi pencairan dana beasiswa.

Baca Juga  Medan Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas XVIII APEKSI Pada 29 Juni–4 Juli 2026

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengawasi kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Kami akan terus mengawal isu ini sampai ada kejelasan. Mahasiswa harus bersatu mengawasi agar kebijakan tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya. (SN15)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini