Horsens, Sinata.id – Prancis mencatat sejarah besar di dunia bulu tangkis dengan menembus final Thomas Cup untuk pertama kalinya.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang menegaskan status Prancis sebagai kekuatan baru di kancah bulu tangkis dunia.
Dalam empat dekade terakhir, hampir tidak ada negara baru yang mampu menembus final setelah debut di semifinal, kecuali kebangkitan China pada awal 1980-an.
Meski tidak secepat China, kebangkitan Prancis dalam satu dekade terakhir kini berbuah hasil nyata di turnamen beregu paling prestisius tersebut.
Dominasi Tunggal
Seperti saat menghadapi Jepang di perempat final, Prancis tampil klinis saat menyingkirkan India di semifinal pada Sabtu (2/5/2026).
Kunci kemenangan mereka terletak pada kekuatan di sektor tunggal. Tiga pemain utama Prancis tampil solid dan mampu meredam kekuatan ganda India.
Christo Popov kembali menjadi pembuka kemenangan usai menundukkan Ayush Shetty.
Ia tampil luar biasa dalam mengontrol permainan dan mematikan serangan lawan.
“Saya tahu Ayush sedang bermain sangat baik, jadi saya harus tampil maksimal. Banyak reli berjalan 50-50, skor tidak mencerminkan betapa sulitnya pertandingan,” ujar Christo dikutip dari BWF, Minggu (3/5/2026).
Selanjutnya, Alex Lanier menghadapi pemain senior Kidambi Srikanth. Meski berlangsung ketat, Lanier tampil lebih tajam di poin-poin krusial.
Kemenangan kemudian dipastikan oleh Toma Junior Popov yang mengalahkan HS Prannoy. Pertandingan berlangsung seimbang, namun momentum berpihak kepada Prancis setelah merebut gim pertama.
“Jika ada yang bilang sejak awal kami akan masuk final, saya tidak akan percaya. Ini sejarah. Kami sangat bersemangat dan ingin terus menulis sejarah,” kata Toma.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini