Hendersonville, Sinata.id – Maskapai berbiaya rendah Spirit Airlines resmi menghentikan operasinya setelah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga bahan bakar, kebangkrutan kedua, serta kegagalan merger pada 2024.
Penutupan mendadak ini berdampak luas, dengan puluhan ribu penumpang terlantar dan sekitar 17.000 karyawan kehilangan pekerjaan.
Salah satu penumpang, Jodi Harp, bersama putrinya terbang dari Nashville menuju Orlando untuk mengikuti kompetisi cheerleading. Namun, pembatalan penerbangan membuat mereka dan banyak anggota tim lainnya terjebak.
“Kami datang dari berbagai daerah, termasuk Hendersonville, Mt. Juliet, hingga Bowling Green,” ujar Harp.
Ia mengaku harus mencari alternatif perjalanan karena harga tiket maskapai lain masih tergolong mahal.
“Kami sempat mencari penerbangan, tetapi harganya sekitar 1.000 dolar AS untuk dua orang. Akhirnya, kami mempertimbangkan menyewa mobil karena lebih murah,” jelasnya.
Penutupan operasional terjadi pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Seluruh penerbangan dihentikan secara mendadak tanpa layanan lanjutan bagi penumpang.
Menteri Transportasi Amerika Serikat (AS), Sean Duffy, mengimbau penumpang untuk tidak datang ke bandara jika memiliki jadwal penerbangan dengan Spirit Airlines.
“Tidak ada pesawat Spirit yang beroperasi. Pusat panggilan juga tutup, dan tidak ada staf di loket tiket,” ujarnya.
Spirit Airlines mengajukan kebangkrutan untuk kedua kalinya setelah menghadapi tekanan finansial akibat kenaikan harga bahan bakar jet.
Kondisi tersebut diperparah oleh kegagalan rencana merger pada 2024, yang dinilai sebagai salah satu faktor penting yang memperburuk situasi perusahaan.
Sejumlah maskapai lain mulai menawarkan bantuan kepada penumpang terdampak, termasuk diskon tiket untuk rute tertentu.
Namun, pemerintah mengingatkan bahwa penawaran tersebut bersifat terbatas dan harus segera dimanfaatkan.
“Penumpang perlu memesan dalam satu atau dua hari ke depan. Maskapai lain telah membuka opsi dengan harga lebih terjangkau,” kata Duffy.
Ia juga menyarankan penumpang untuk menyiapkan dokumen seperti nomor konfirmasi dan bukti pembayaran untuk mempermudah proses pemesanan ulang.
Pemerintah memastikan bahwa penumpang berhak mendapatkan pengembalian dana penuh untuk penerbangan yang dibatalkan.
Meski demikian, sebagian penumpang mengaku masih ragu kapan dana tersebut akan dikembalikan.
“Semoga setidaknya sebagian uang kami bisa kembali,” ujar Harp.
Penutupan Spirit Airlines diperkirakan akan memengaruhi dinamika industri penerbangan di AS. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga tiket serta menjaga persaingan tetap sehat. (wkrn/A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini