Jakarta, Sinata.id – Paus Leo memberikan sinyal kuat bahwa dirinya tidak akan melampaui kebijakan pendahulunya, Paus Fransiskus, terkait pemberian berkat Gereja bagi pasangan sesama jenis. Ia menegaskan langkah lebih jauh dalam isu tersebut justru berpotensi memicu perpecahan di tubuh Gereja Katolik.
Dalam konferensi pers di pesawat kepausan saat kembali ke Roma usai lawatan ke Afrika, Paus Leo menyampaikan bahwa isu tersebut harus ditangani dengan hati-hati agar tidak menimbulkan konflik internal gereja.
“Untuk melangkah lebih jauh dari itu hari ini, saya pikir topik ini dapat menyebabkan lebih banyak perpecahan daripada persatuan,” ujarnya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Mengacu Kebijakan Paus Fransiskus
Paus Leo, yang merupakan paus pertama asal Amerika Serikat, tetap memberikan apresiasi terhadap kebijakan Paus Fransiskus pada 2023. Saat itu, Paus Fransiskus mengizinkan pastor memberikan berkat secara informal kepada pasangan sesama jenis dalam kondisi tertentu dan tidak dalam upacara liturgi resmi.
Namun, Paus Leo menegaskan bahwa Vatikan tidak berniat untuk memperluas atau memformalkan kebijakan tersebut.
Paus Fransiskus sebelumnya memang menjadi figur yang membuka ruang perdebatan luas di internal Gereja Katolik terkait isu tersebut, terutama di sejumlah negara seperti Afrika yang menolak penerapannya.
Penolakan terhadap Formalisasi Pemberkatan
Menanggapi wacana dari sejumlah pihak, termasuk Kardinal Jerman Reinhard Marx yang mendorong legalisasi pemberkatan formal, Paus Leo menegaskan bahwa Vatikan tetap pada sikap sebelumnya.
“Takhta Suci telah memperjelas bahwa kami tidak setuju dengan pemberkatan pasangan yang diformalkan,” tegasnya.
Fokus Gereja Tak Hanya Soal Moral Seksual
Dalam pernyataannya, Paus Leo juga menekankan bahwa isu moral dalam Gereja Katolik tidak hanya terbatas pada aspek seksual.
“Kita cenderung berpikir bahwa ketika Gereja berbicara tentang moralitas, satu-satunya masalah adalah seksual,” katanya.
Ia menambahkan bahwa isu seperti keadilan sosial, kesetaraan, dan kebebasan manusia juga menjadi perhatian penting Gereja Katolik.
Latar Belakang Kebijakan Gereja
Gereja Katolik sendiri secara doktrin mengajarkan bahwa hubungan seksual di luar pernikahan heteroseksual merupakan dosa. Namun, Gereja juga menekankan pentingnya perlakuan penuh hormat terhadap setiap umat, termasuk mereka yang memiliki ketertarikan sesama jenis.(A07)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini