Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

30 Negara Kumpul di London Bahas Selat Hormuz, Dunia Waspadai Eskalasi AS–Iran

30 negara kumpul di london bahas selat hormuz, dunia waspadai eskalasi as–iran
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz (Foto: AFP)

London, Sinata.id – Inggris menjadi pusat perhatian dunia setelah menggelar pertemuan militer yang melibatkan lebih dari 30 negara untuk membahas pengamanan kawasan strategis Selat Hormuz. Pertemuan yang berlangsung di London sejak Rabu (22/4/2026) ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya internasional untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran energi dunia yang dinilai sangat vital bagi ekonomi global.

Advertisement

Inggris–Prancis Pimpin Rencana Keamanan Laut

Inisiatif pengamanan ini dipimpin oleh Inggris dan Prancis, dengan fokus utama memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz tetap terjaga.

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari konferensi sebelumnya di Paris yang melibatkan lebih dari 40 negara, di mana disepakati pembentukan rencana kekuatan maritim yang bersifat defensif.

Baca Juga  Tegaskan Serang Iran Murni Keputusannya, Trump: Bukan Israel Paksa Kami

Fokus Transisi dari Diplomasi ke Aksi Nyata

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menegaskan bahwa pertemuan ini bukan hanya diskusi politik, tetapi langkah konkret menuju implementasi rencana keamanan di lapangan.

Menurutnya, dunia kini berada pada fase penting, yakni mengubah kesepakatan diplomatik menjadi strategi operasional yang bisa diterapkan jika kondisi di kawasan memungkinkan.

AS dan Iran Tidak Hadir di Pertemuan

Meski membahas konflik yang melibatkan dua pihak utama, baik Amerika Serikat maupun Iran tidak hadir dalam forum tersebut.

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan situasi gencatan senjata yang masih rapuh. Presiden AS Donald Trump sebelumnya diketahui memperpanjang gencatan senjata beberapa jam sebelum tenggat berakhir, namun ketegangan tetap tinggi akibat saling tuduh pelanggaran kesepakatan.

Baca Juga  Ratu Sirikit Ibu Suri Thailand Tutup Usia 93 Tahun

Selat Hormuz Jadi Titik Krusial Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak global.

Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi harga energi dunia dan stabilitas ekonomi internasional, sehingga perhatian 30 negara dalam pertemuan ini menjadi sangat penting bagi pasar global.

Situasi Masih Rentan, Dunia Tunggu Langkah Selanjutnya

Meski ada upaya diplomasi dan perencanaan militer, situasi di kawasan masih dinilai belum stabil. Ketegangan antara AS dan Iran, serta keberlanjutan gencatan senjata, masih menjadi faktor utama yang menentukan arah perkembangan konflik.

Para pengamat menilai, hasil dari pertemuan London ini akan menjadi indikator penting apakah dunia bergerak menuju de-eskalasi atau justru peningkatan kesiapan militer di kawasan. (A07)

Baca Juga  Wanita 28 Tahun Lawan Tumor Otak Sebesar Alpukat

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini