Taput, Sinata.id – Bahas keterbatasan stok pupuk subsidi, serta harga yang tidak sesuai HET, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) gelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Aula Kantor Camat Purba Tua, Senin (20/2026).
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Taput, Henry MM Sitompul, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Camat Purbatua dan Dinas Pertanian/PPL, para distributor pupuk, serta perwakilan kelompok tani.
Pada kesempatan tersebut, peserta rapat mendengarkan langsung penjelasan pimpinan PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS), Aga, melalui telepon seluler (ponsel).
Dari rakor tersebut, Pemkab Taput mendorong PT GCS sebagai distributor pupuk bersubsidi di Tapanuli Utara agar mempercepat pendistribusian pupuk urea dan phonska.
Hari ini, Selasa (21/4/2026) sebanyak 7 ton urea dan 33 ton phonska akan didistribusikan ke wilayah Purba Tua. Sedangkan sebelumnya, hal yang sama sudah dikirim ke Pahae Jae dan Pahae Julu, masing-masing 10 ton.
Informasi yang diperoleh dari pihak distributor, harga urea Rp90 ribu per sak dan NPK Rp92,5 ribu per sak.
“Kepada seluruh pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui perangkat daerah terkait akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan guna memastikan tidak ada praktik harga yang merugikan petani,” tandas Sekda. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini