Jakarta, Sinata.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan terbatas. Pada Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup naik 0,17% ke level 7.634,004.
Secara mingguan, IHSG mencatat kenaikan cukup solid sebesar 2,35%. Dalam lima hari perdagangan, indeks lebih banyak berada di zona hijau dengan tiga kali penguatan dan dua kali pelemahan.
Asing Masih Net Sell Besar
Meski indeks menguat, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah signifikan.
Sepanjang pekan lalu, total net sell asing mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Rinciannya:
- Rp1,42 triliun di pasar reguler
- Rp167,37 miliar di pasar negosiasi dan tunai
Tekanan jual ini menunjukkan investor global masih cenderung berhati-hati di tengah dinamika pasar global.
Daftar Saham yang Diborong Asing
Di balik aksi jual bersih, terdapat sejumlah saham yang justru banyak dikoleksi investor asing. Mengutip data Indo Premier, berikut saham dengan net foreign buy terbesar:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp1,11 triliun
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp973 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp554,7 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp496,2 miliar
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) – Rp249,1 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp238,7 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp174,9 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp125,5 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp117,3 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Rp117,2 miliar
Saham sektor perbankan dan komoditas terlihat masih menjadi favorit investor asing.
Sentimen Pasar Pekan Ini
Pergerakan IHSG ke depan diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk kenaikan harga minyak akibat memanasnya situasi di Selat Hormuz, serta arah kebijakan suku bunga global.
Selain itu, arus dana asing dan rilis data ekonomi juga akan menjadi faktor utama yang menentukan arah indeks dalam jangka pendek.(A07)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini