Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Tesla Pimpin Penjualan Mobil Listrik Global 2026, BYD Turun Tajam

tesla pimpin penjualan mobil listrik global 2026, byd turun tajam
Ilustrasi mobil listrik Tesla. (liputan6)

Washington, Sinata.id – Tesla kembali memimpin penjualan global kendaraan listrik murni (electric vehicle/EV) pada awal 2026, mengungguli pesaing utamanya, BYD dari China.

Laporan Arena EV pada Selasa (7/4/2026) menyebutkan Tesla berhasil merebut kembali posisi sebagai pemimpin dunia di segmen kendaraan listrik murni, setelah sebelumnya sempat mendapat tekanan dari BYD pada akhir 2025.

Advertisement

Pada beberapa bulan terakhir tahun 2025, BYD sempat tampil dominan dengan mencatatkan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai tertinggi secara global. Namun, memasuki awal 2026, tren tersebut berubah signifikan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Tesla mencatatkan pengiriman sebanyak 358.023 unit kendaraan listrik ke berbagai pasar dunia. Angka ini meningkat sekitar 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga  BYD Geser Wuling dari Puncak Penjualan Mobil China di Indonesia

Sementara itu, BYD justru mengalami penurunan penjualan di segmen kendaraan listrik murni sebesar 25,5 persen. Produsen asal Shenzhen tersebut hanya mencatatkan pengiriman sebanyak 310.389 unit pada kuartal pertama 2026.

Selisih kinerja yang mencapai sekitar 48.000 unit kendaraan ini semakin mengukuhkan posisi Tesla sebagai tolok ukur dalam industri kendaraan listrik global.

Penurunan performa BYD disebut tidak terlepas dari perubahan kebijakan pemerintah Tiongkok terkait insentif kendaraan listrik. Sebelumnya, konsumen mendapat pembebasan pajak untuk pembelian mobil listrik baru.

Namun, kebijakan tersebut kini berubah. Pemerintah Tiongkok kembali memberlakukan pajak penjualan sebesar 5 persen untuk kendaraan listrik. Kebijakan ini berdampak pada keputusan konsumen, yang cenderung menunda pembelian.

Baca Juga  Trump Boyong Bos Tesla hingga Apple Temui Xi Jinping di China

Sebagai ilustrasi, untuk kendaraan seharga 100.000 yuan, konsumen kini harus membayar tambahan pajak sebesar 5.000 yuan.

Meskipun pemerintah Tiongkok masih memberikan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik, skema insentif yang tersedia tidak lagi sebesar pada masa awal pertumbuhan industri tersebut. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini