Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Diduga ASN Puskesmas Kahean Dipaksa Cabut Mosi Tidak Percaya

saat berproses di inspektorat, saat ini muncul dugaan, selain ktu puskesmas kahean, hylda yoana agustina panggabean, para asn yang mengajukan mosi tidak percaya dipaksa pihak inspektorat membuat pernyataan pencabutan mosi tidak percaya.
Boyke Pane (ft: dok Boyke Pane)

Pematangsiantar, Sinata.id – ASN (Aparatur Sipil Negara) pada Puskesmas Kahean di Kota Pematangsiantar ajukan mosi tidak percaya terhadap Kepala Puskesmas Kahean, Lesly Dace Saragih pada 6 Mei 2024 yang lalu.

Mosi tidak percaya yang ditandatangani 12 ASN tersebut, disampaikan ke Inspektorat Kota Pematangsiantar. Persoalan itu pun telah berproses di Inspektorat.

Advertisement

Saat berproses di Inspektorat, saat ini muncul dugaan, selain KTU Puskesmas Kahean, Hylda Yoana Agustina Panggabean, para ASN yang mengajukan mosi tidak percaya dipaksa pihak Inspektorat membuat pernyataan pencabutan mosi tidak percaya.

Dugaan itu disampaikan Kuasa Hukum Hylda Yoana Agustina Panggabean, Boyke Pane SH kepada jurnalis, Senin (6/4/2026).

Sebut Boyke, para ASN tersebut dengan terpaksa mencabut mosi tidak percaya yang mereka ajukan, karena ada ancaman pecat bila tidak mencabutnya.

Baca Juga  Bupati Taput Kumpulkan OPD dan Camat, Tekankan Inovasi di Tengah Tekanan Ekonomi

Selain itu, Boyke juga bercerita tentang dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik berupa Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) fiktif pada Puskesmas Kahean.

Plt Inspektur Kota Pematangsiantar, Heryanto Siddik tidak menjawab konfirmasi tentang dugaan ASN dipaksa mencabut mosi tidak dipercaya. Konfirmasi dilakukan melalui pesan Whatsapp. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini