Venesia, Sinata.id – Biaya kunjungan harian ke Venesia, Italia, kembali diberlakukan mulai April 2026.
Penerapan biaya ini akan berlangsung selama 60 hari, naik dari 54 hari pada tahun sebelumnya. Kebijakan ini ditujukan untuk wisatawan yang melakukan kunjungan singkat atau dikenal dengan istilah “datang dan pergi”.
Pungutan ini berlaku setiap Jumat hingga Minggu, dari April hingga Juli 2026, terutama pada akhir pekan dan tanggal padat seperti libur nasional di bulan Mei dan Juni. Jam operasional biaya akses ditetapkan mulai pukul 08.30 hingga 16.00 waktu setempat.
Reservasi Melalui Platform Digital
Wisatawan wajib melakukan reservasi sebelumnya melalui platform digital seperti Venezia Unica. Biaya pemesanan awal sebesar 5 Euro (sekitar Rp87.500).
Jika gagal memesan setidaknya empat hari sebelum kedatangan, tarif akan meningkat menjadi 10 Euro (sekitar Rp175.000). Setelah reservasi, wisatawan akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan kepada petugas di tujuh titik akses utama kota, termasuk Stasiun Kereta Santa Lucia, Piazzale Roma, Tronchetto, dan halte bus air Vaporetto.
Beberapa kategori pengunjung mendapatkan pengecualian, antara lain penduduk asli, warga kelahiran Venesia, pelajar, pekerja, serta tamu hotel di dalam kota. Meskipun bebas biaya, tamu hotel tetap diwajibkan mendaftarkan detail penginapan secara daring untuk memperoleh kode QR pengecualian, karena pajak mereka telah termasuk dalam biaya hotel.
Wisatawan yang tidak memiliki bukti pembayaran sah dapat dikenakan denda antara 50 Euro hingga 300 Euro (sekitar Rp875.000–Rp5.250.000).
Dampak terhadap Jumlah Wisatawan
Pada tahun sebelumnya, jumlah wisatawan harian di Venesia bisa mencapai 25 ribu orang pada hari tertentu, setara dengan setengah dari populasi penduduk yang semakin menyusut. Rata-rata pengunjung yang membayar biaya harian sedikit berkurang, yakni 13.046 orang pada 2025 dibandingkan 16.676 pada 2024.
Meski begitu, pihak berwenang menegaskan bahwa sistem biaya akses ini merupakan langkah penting untuk mengurangi pariwisata berlebihan.
Anggota dewan kota, Michele Zuin, menekankan bahwa mekanisme ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan penduduk dan pengunjung.
“Sistem ini sangat berguna untuk memastikan keseimbangan yang lebih baik antara penduduk dan wisatawan,” ujar Zuin, seperti dilansir dari EuroNews, Minggu (5/4/2026). (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini