Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,85 Juta, Diprediksi Segera Tembus Rp3 Juta

harga emas antam hari ini rp2,85 juta, diprediksi segera tembus rp3 juta
Ilustrasi emas antam. (kompas)

Jakarta, Sinata.id — Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Logam Mulia Antam pada Minggu (5/4/2026) tercatat stabil di level Rp2.857.000 per gram.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap di angka Rp2.577.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) berada di kisaran Rp280.000 per gram.

Advertisement

Perbedaan Harga Emas dan Buyback

Perlu diketahui, Antam menetapkan dua jenis harga dalam transaksi emas batangan, yaitu:

Harga jual: berlaku saat konsumen membeli emas

Harga buyback: berlaku saat konsumen menjual kembali emas

Artinya, jika membeli emas hari ini seharga Rp2.857.000 per gram, maka ketika dijual kembali pada hari yang sama, nilainya hanya sekitar Rp2.577.000 per gram.

Baca Juga  Harga Emas Dunia Menembus Rekor Tertinggi, Apa Sebabnya?

Selisih harga ini menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan oleh investor, terutama bagi yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek.

Emas Lebih Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Dengan spread yang cukup lebar, emas cenderung lebih ideal sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kenaikan harga yang signifikan dalam jangka waktu tertentu diharapkan mampu menutup selisih harga sekaligus memberikan keuntungan.

Berikut ilustrasi potensi untung dan rugi berdasarkan waktu pembelian:

29 Maret 2026 (Rp2.837.000): -9,16% (rugi)

5 Maret 2026 (Rp3.049.000): -15,48% (rugi)

5 Januari 2026 (Rp2.515.000): +2,47% (untung)

5 Oktober 2025 (Rp2.239.000): +15,10% (untung)

5 Juli 2025 (Rp1.908.000): +35,06% (untung)

5 April 2025 (Rp1.781.000): +44,69% (untung)

5 Januari 2025 (Rp1.539.000): +67,45% (untung)

Baca Juga  Kilau Emas Antam Kian Terang, Tembus Rp 2,6 Juta per Gram!

5 Oktober 2024 (Rp1.482.000): +73,89% (untung)

5 Juli 2024 (Rp1.383.000): +86,33% (untung)

Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Harga emas diproyeksikan kembali menguat dan berpotensi menembus level Rp3 juta per gram dalam waktu dekat. Prediksi ini muncul setelah harga emas ditutup di level Rp2.857.000 per gram pada akhir pekan.

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut harga emas global berpotensi mencapai level resistance hingga US$5.080 per troy ons.

“Kemungkinan besar dalam waktu dekat harga emas logam mulia bisa menembus Rp3 juta per gram,” ujarnya.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, antara lain ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca Juga  Konflik Timur Tengah Dorong Harga Emas Naik Drastis, Rupiah Ikut Tertekan

Rupiah diperkirakan melemah hingga Rp17.120 per dolar AS, seiring meningkatnya kebutuhan impor, terutama energi. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga emas domestik.

Meski tren utama menguat, potensi koreksi tetap terbuka. Jika harga emas global turun ke level US$4.358 per troy ons, harga emas domestik berpotensi terkoreksi ke kisaran Rp2.780.000 per gram.

“Jika terjadi koreksi, harga emas bisa turun di bawah Rp2,8 juta per gram,” kata Ibrahim.

Saat ini, pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan harga emas. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini