Teheran, Sinata.id — Jet-jet tempur Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembaki sejumlah kawasan di Kohgiluyeh, Iran, saat melakukan pencarian pilot pesawat tempur yang jatuh di wilayah tersebut. Laporan ini disampaikan kantor berita Tasnim pada Minggu (5/4/2026).
Mengutip sumber militer, Tasnim menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan pilot yang hilang.
Menurut sumber tersebut, serangan dilakukan karena pihak AS disebut mulai kehilangan harapan dalam upaya mengevakuasi pilot melalui operasi penyelamatan.
Disebutkan pula bahwa AS tidak mengungkapkan seluruh fakta terkait insiden tersebut. Sementara itu, otoritas Iran juga belum memastikan apakah pilot tersebut telah ditahan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur di wilayah Iran tengah menggunakan sistem pertahanan udara mereka pada Jumat.
Media AS kemudian melaporkan bahwa pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15. Salah satu pilot dilaporkan berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global.
Washington dan Teheran kini sama-sama berupaya menemukan awak jet tempur AS yang jatuh di Iran. Insiden ini menjadi yang pertama sejak pecahnya konflik antara kedua pihak.
Dilansir dari AFP, Iran menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS pada Jumat (3/4/2026). Pasukan khusus AS dilaporkan telah menyelamatkan salah satu awak, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Selain itu, militer Iran juga dilaporkan menembak jatuh pesawat serang darat A-10 milik AS di kawasan Teluk. Media AS menyebut pilotnya berhasil diselamatkan.
Konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan ini dipicu oleh serangan awal AS dan Israel terhadap Iran. Perang tersebut dengan cepat meluas ke kawasan Timur Tengah dan memicu guncangan ekonomi global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa jatuhnya pesawat F-15 tidak akan memengaruhi proses negosiasi dengan Iran. Namun, hingga kini pembicaraan antara kedua negara belum menunjukkan hasil signifikan.
Sementara itu, stasiun televisi Iran melaporkan bahwa siapa pun yang berhasil menangkap pilot AS dalam keadaan hidup akan diberikan hadiah besar.
Di sisi lain, militer AS juga mengakui kehilangan sejumlah pesawat selama operasi di kawasan tersebut, termasuk pesawat tanker yang jatuh di Irak serta tiga unit F-15 yang dilaporkan ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh pesawat tempur Kuwait. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini