Sucre, Sinata.id – Insiden kecelakaan pesawat angkut Hercules C-130 terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia, sesaat setelah pendaratan pada akhir Februari 2026, menewaskan 24 orang.
Pesawat tersebut membawa 17,1 juta lembar uang kertas milik Bank Sentral Bolivia (BCB) dengan total nilai 423 juta bolivianos, sekitar Rp1 triliun.
Setelah kecelakaan, para saksi mata berkerumun untuk mengambil uang tunai yang berserakan. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghalau mereka.
Rekaman video menunjukkan pesawat dan kendaraan yang rusak parah, sementara orang-orang yang mencoba menjarah uang berlari menjauh dari aparat, beberapa bahkan melempari polisi dengan batu.
“Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia melaporkan bahwa saat kru berita meliput kecelakaan, individu yang mencoba mencuri uang menyerang awak media dengan kekerasan yang tidak biasa,” tulis BBC, seperti dilansir Jumat (3/4/2026).
AFP menambahkan bahwa sekitar 30% uang tersebut telah dijarah.
Menanggapi situasi ini, BCB membatalkan seluruh uang kertas yang diangkut dalam penerbangan tersebut. Uang dengan seri B tidak lagi diterima oleh pedagang dan kini dianggap tidak memiliki nilai hukum.
Presiden BCB, David Espinoza, mengimbau masyarakat untuk memahami keputusan ini dan menerima uang tunai yang sah. BCB juga menyediakan alat verifikasi di situs resminya agar warga Bolivia dapat mengecek keabsahan uang yang dimiliki.
Menteri Pertahanan Marcelo Salinas menegaskan, “Saya ingin memperjelas bahwa upaya menggunakan uang yang berasal dari pesawat yang mengalami tragedi ini merupakan tindakan kriminal. Kami juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung di tengah kesedihan nasional ini.”. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini