Oleh: Kolom Rohani
Waktu merupakan salah satu anugerah paling berharga yang diberikan Tuhan kepada manusia. Namun, dalam praktik kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan waktu, sehingga kesempatan yang ada berlalu tanpa makna.
Di tengah perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gadget, manusia memang dimudahkan untuk mengakses berbagai informasi, termasuk menyaksikan ulang tayangan yang terlewat. Akan tetapi, kemudahan tersebut tidak berlaku bagi waktu dan kesempatan yang telah berlalu. Kesempatan yang terlewat tidak dapat diulang kembali.
Pepatah lama menyebutkan bahwa kesempatan yang sama tidak datang dua kali. Hal ini menjadi pengingat penting bagi setiap individu untuk lebih berhikmat dalam mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bernilai positif dan membangun.
Dalam perspektif iman Kristen, prinsip ini sejalan dengan firman Tuhan dalam Mazmur 119:66 yang berbunyi: “Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.” Ayat ini menegaskan pentingnya hikmat dan pengetahuan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam mengelola waktu yang dipercayakan Tuhan.
Dengan memiliki kebijaksanaan, seseorang mampu memilah mana yang bermanfaat dan mana yang hanya membuang waktu. Kehidupan yang terarah dan penuh makna akan tercipta ketika waktu digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, kesadaran akan nilai waktu perlu terus ditanamkan, agar setiap detik yang dilalui tidak menjadi sia-sia, melainkan menjadi bagian dari proses pertumbuhan iman, karakter, dan kualitas hidup.
Waktu adalah anugerah yang tidak dapat diulang, tetapi dapat dimaknai. Gunakanlah setiap kesempatan dengan bijaksana, karena dari sanalah masa depan dibentuk dan berkat Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini