Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Ekonomi & Bisnis

Harga LNG Asia Terancam Tembus US$26, Serangan Rudal ke Pabrik Qatar Picu Alarm Global

harga lng asia terancam tembus us$26, serangan rudal ke pabrik qatar picu alarm global
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini tidak lagi sekadar isu militer. Dampaknya langsung menghantam jantung ekonomi global, energi. Pasar gas dunia terguncang hebat setelah fasilitas LNG terbesar di Qatar menjadi sasaran serangan, memicu lonjakan harga yang diperkirakan belum mencapai puncaknya.

Dikutip Kamis (19/3/2026), serangan terhadap kompleks industri Ras Laffan di Qatar, yang selama ini memasok sekitar seperlima kebutuhan LNG dunia, menjadi titik balik krisis energi terbaru. Infrastruktur vital ini mengalami kerusakan signifikan, memaksa penghentian produksi dan distribusi dalam skala besar.

Advertisement

Situasi ini langsung mengguncang pasar Asia, kawasan yang paling bergantung pada pasokan LNG dari Qatar.

Sebelum serangan terbaru, harga LNG spot Asia sudah berada di kisaran tinggi, bahkan sempat menyentuh lebih dari US$25 per MMBtu, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga  IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Gejolak Global, Ini Analisis dan Proyeksinya

Namun kini, dengan gangguan pasokan yang semakin parah, para analis memperkirakan harga bisa menembus US$26 per MMBtu, bahkan berpotensi mendekati US$30 jika krisis berlarut.

Seorang analis energi menggambarkan kondisi ini sebagai β€œskenario mimpi buruk” bagi pasar gas global, mencerminkan betapa rentannya sistem energi dunia terhadap konflik geopolitik.

Asia menjadi wilayah yang paling terdampak. Negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India selama ini sangat bergantung pada LNG dari Qatar.

Lebih dari 80% ekspor LNG Qatar memang mengalir ke Asia. Ketika pasokan terganggu, negara-negara tersebut terpaksa berebut kargo alternatif di pasar spot yang semakin mahal.

Akibatnya, negara-negara berkembang di Asia Tenggara berisiko tersingkir dari pasar karena tidak mampu bersaing dalam harga.

Baca Juga  Cadangan Gas Raksasa 5 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur, Pemerintah Target Kurangi Impor Energi

Krisis ini tidak berhenti di Asia. Eropa juga ikut terdampak karena harus bersaing mendapatkan pasokan LNG pengganti, terutama setelah ketergantungan pada gas Rusia berkurang.

Harga gas di Eropa bahkan sempat melonjak tajam, sementara minyak dunia ikut terdorong naik mendekati US$120 per barel.

Para analis memperingatkan, jika gangguan berlangsung lama atau konflik meluas, dunia bisa menghadapi krisis energi yang lebih dalam, bahkan menyerupai kondisi krisis 2021. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini