Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
News

DPR Minta Pembatasan Kuota Mahasiswa PTN Dikaji Ulang

pengumuman berubah mendadak, anggota dpr soroti kisruh jalur talent scouting ui
Lalu Hadrian (Parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah mengkaji ulang secara menyeluruh rencana pembatasan kuota mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Lalu menilai kebijakan tersebut harus tetap menjamin akses pendidikan tinggi yang adil bagi seluruh masyarakat.

Advertisement

Menurut Lalu, pembatasan kuota tidak boleh menimbulkan eksklusivitas baru di perguruan tinggi negeri.

Ia menegaskan kebijakan tersebut harus mempertimbangkan daya tampung yang proporsional serta memastikan kesempatan belajar tetap terbuka, terutama bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu dan daerah tertinggal.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengingatkan agar pembatasan kuota tidak dimaknai sebagai upaya mengalihkan calon mahasiswa ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Baca Juga  Budi Sulistyono Minta Pupuk Indonesia Tetap Libatkan Koperasi Desa

Menurutnya, hubungan antara PTN dan PTS seharusnya dibangun melalui kompetisi yang sehat dan profesional. Daya saing perguruan tinggi, kata dia, harus bertumpu pada peningkatan kualitas pendidikan dan inovasi, bukan sekadar karena berkurangnya kuota penerimaan di PTN.

β€œKita perlu menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang sehat, di mana PTN dan PTS saling melengkapi, bukan sekadar bersaing dalam jumlah mahasiswa,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia juga menyambut baik gagasan Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, yang mengusulkan agar PTN lebih difokuskan pada pengembangan riset dan program pascasarjana.

Baginya, pendekatan tersebut cukup visioner karena dapat memperkuat fondasi inovasi nasional. Dalam skema tersebut, PTS dapat mengambil peran lebih besar dalam pendidikan sarjana yang bersifat aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan industri.

Baca Juga  Anggota DPR RI Kecam Larangan Salat di Masjid Al-Aqsa

Menurut Lalu, pembagian peran semacam ini berpotensi menciptakan sinergi yang memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional secara keseluruhan.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah mengkaji rencana pembatasan kuota mahasiswa baru di PTN sebagai bagian dari upaya penataan sistem pendidikan tinggi.

Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pakar pendidikan.

Pemerintah menilai peningkatan kualitas lulusan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar memperbesar jumlah mahasiswa di bangku kuliah. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini