Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026, Potensi Perbedaan dengan Pemerintah Kembali Muncul

muhammadiyah tetapkan lebaran 20 maret 2026, potensi perbedaan dengan pemerintah kembali muncul
Bendera Muhammadiyah. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, kepastian tanggal Hari Raya Idulfitri mulai menjadi perhatian publik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam merayakan Lebaran tahun ini.

Penetapan tersebut tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang mengatur hasil perhitungan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Melalui maklumat itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dalam menetapkan awal bulan hijriah.

Advertisement

Dengan metode tersebut, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu menyimpulkan bahwa posisi hilal telah memenuhi kriteria penentuan awal Syawal sehingga Lebaran dipastikan jatuh pada 20 Maret 2026.

Baca Juga  Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Jadwal Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan Lebaran berpotensi berbeda dengan keputusan pemerintah. Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menentukan secara resmi kapan 1 Syawal 1447 H dirayakan oleh umat Islam di Indonesia.

Sejumlah ahli astronomi bahkan memprediksi kemungkinan Lebaran versi pemerintah jatuh 21 Maret 2026, jika hasil pemantauan hilal tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam kesepakatan MABIMS. Jika itu terjadi, maka terdapat potensi selisih satu hari dengan keputusan Muhammadiyah.

Perbedaan tersebut bukan hal baru dalam penentuan hari raya di Indonesia. Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang berbasis perhitungan astronomi, sementara pemerintah memadukan metode hisab dan rukyat, yakni perhitungan serta pengamatan langsung hilal.

Baca Juga  Gelar Pertama Pahlawan Nasional Diberikan kepada Seorang Wartawan

Meski demikian, berbagai pihak terus mengimbau masyarakat agar menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak. Bagi umat Islam di Indonesia, momen Idulfitri tetap menjadi saat untuk mempererat silaturahmi, terlepas dari perbedaan metode penentuan awal bulan dalam kalender hijriah. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini