Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

Menkeu Purbaya Warning Internal Kemenkeu: Pengawasan Harus Diperketat Sebelum Aparat Luar Turun Tangan

menkeu purbaya warning internal kemenkeu: pengawasan harus diperketat sebelum aparat luar turun tangan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta Inspektorat Jenderal memperkuat pengawasan internal Kementerian Keuangan agar pelanggaran bisa terdeteksi lebih awal sebelum ditangani aparat penegak hukum dari luar. (Kompas Money)

Jakarta, Sinata.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi peringatan keras kepada jajaran pengawas internal di Kementerian Keuangan. Ia meminta Inspektorat Jenderal (Irjen) memperkuat pengawasan agar setiap pelanggaran di lingkungan kementerian bisa terdeteksi lebih dulu sebelum diseret aparat penegak hukum dari luar.

Pesan itu disampaikan Purbaya di tengah sorotan publik terhadap sejumlah kasus yang melibatkan oknum pegawai di institusi yang mengelola keuangan negara tersebut. Ia menegaskan, pengawasan internal harus menjadi garis pertahanan pertama untuk menjaga integritas lembaga.

Advertisement

“Ke depan saya minta Pak Irjen bekerja lebih keras supaya kita menemukan kesalahan kita duluan dibanding orang luar,” kata Purbaya, dikutip Rabu (11/3/2026).

Baca Juga  Gibran–Purbaya Bahas Solusi Keuangan Daerah

Ia menambahkan, langkah tersebut penting agar tidak ada lagi pihak eksternal yang lebih dahulu mengungkap pelanggaran di internal Kementerian Keuangan.

Citra Lembaga Dipertaruhkan

Purbaya mengakui bahwa beberapa kasus yang menjerat pegawai di Direktorat Jenderal Pajak maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai belakangan ini telah memicu pertanyaan publik mengenai integritas lembaga. Meski hanya melibatkan sebagian kecil oknum, dampaknya dinilai bisa merusak reputasi institusi secara keseluruhan.

Menurutnya, posisi Kementerian Keuangan sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pengelolaan uang negara. Karena itu, standar integritas dan disiplin di lingkungan kementerian harus dijaga tanpa kompromi.

Ia bahkan menilai satu atau dua kasus pelanggaran dapat menciptakan persepsi negatif yang luas terhadap kinerja ribuan pegawai lain yang sebenarnya bekerja dengan baik.

Baca Juga  Gagal Bayar Pinjol Naik Tajam di 2026, OJK Ungkap Daya Beli Masyarakat Melemah

Irjen Diminta Jadi “Alarm Dini”

Dalam arahannya, Purbaya menekankan bahwa Inspektorat Jenderal harus mampu berperan sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi penyimpangan. Jika ditemukan pelanggaran, ia meminta agar tindakan tegas dilakukan segera sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau ada kesalahan, harusnya tim kita dari Pak Irjen yang mengetahui duluan dan kita ambil tindakan sesuai peraturan, bahkan sekeras-kerasnya kalau perlu,” ujarnya.

Purbaya juga mengingatkan para pegawai bahwa pengawasan internal kemungkinan akan diperketat dalam waktu ke depan. Langkah itu disebut sebagai upaya menjaga kepercayaan publik sekaligus memperbaiki citra Kementerian Keuangan di tengah sorotan terhadap integritas aparat negara.

Dengan peringatan tersebut, pemerintah berharap pengawasan internal tidak sekadar formalitas, melainkan menjadi mekanisme nyata untuk memastikan pengelolaan uang rakyat berlangsung transparan dan akuntabel. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini