Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Infrastruktur Amazon di Timur Tengah Lumpuh Akibat Serangan Drone Iran

infrastruktur amazon di timur tengah lumpuh akibat serangan drone iran
Amazon

Dubai, Sinata.id – Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai menyasar infrastruktur digital vital. Raksasa teknologi Amazon Web Services (AWS) melaporkan tiga pusat data (data center) miliknya di kawasan Timur Tengah mengalami kerusakan serius menyusul serangan pesawat tanpa awak (drone) pada Senin (2/3/2026).

Insiden ini menjadi momen krusial dalam sejarah teknologi global, karena untuk pertama kalinya fasilitas milik perusahaan teknologi besar AS terdampak langsung oleh aksi militer fisik.

Advertisement

Berdasarkan keterangan resmi melalui dasbor layanan cloud AWS, dua fasilitas di Uni Emirat Arab (UEA) mengalami hantaman langsung. Sementara itu, satu fasilitas lainnya yang berlokasi di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan drone dalam jarak dekat.

Baca Juga  AS Kerahkan 10 Kapal Perang, Trump Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Gagal

Serangan tersebut memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian. Sebagai langkah darurat, otoritas setempat terpaksa memutus aliran listrik ke sejumlah pusat data di UEA untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Serangan ini menyebabkan kerusakan struktural dan mengganggu pasokan energi infrastruktur kami. Pada beberapa titik, prosedur pemadaman api menggunakan air dalam volume besar terpaksa dilakukan, yang berpotensi menambah risiko kerusakan perangkat,” tulis pernyataan resmi AWS.

Baca: http://Kecelakaan Jet Tempur AS di Kuwait, Eskalasi Perang Iran–Israel Kian Meluas

Hingga saat ini, pihak Amazon masih berupaya melakukan pemulihan infrastruktur di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu. Perusahaan menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan personel di lapangan dan koordinasi intensif dengan otoritas lokal.

Baca Juga  Nintendo Gugat Trump Terkait Tarif Impor

Mengingat lingkungan operasional di Timur Tengah yang kian tidak dapat diprediksi, AWS mengeluarkan imbauan kepada para kliennya untuk segera melakukan pencadangan (backup) data. Perusahaan menyarankan pemindahan beban kerja ke wilayah geografis lain (region) yang tidak terdampak konflik guna menjamin kontinuitas layanan.

Serangan ini mengancam posisi UEA yang selama ini diposisikan sebagai pusat regional untuk pengembangan data center berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Kawasan ini merupakan tulang punggung bagi layanan komputasi tinggi seperti ChatGPT dan berbagai inovasi teknologi lainnya.

Sebelum insiden ini, tren investasi teknologi di UEA menunjukkan pertumbuhan masif. Sebagai perbandingan, Microsoft pada November 2025 sempat mengumumkan rencana peningkatan investasi di negara tersebut hingga 15 miliar dolar AS hingga tahun 2029, termasuk penggunaan chip Nvidia secara luas.

Baca Juga  Trump Klaim Ancaman Tarif AS Cegah Perang Nuklir India-Pakistan

Lumpuhnya fasilitas AWS ini menegaskan pola baru dalam konflik modern, di mana infrastruktur fisik pendukung dunia digital—seperti pusat data dan jaringan fiber optik—kini menjadi target strategis yang rentan di tengah ketegangan antarnegara. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini