Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Pimpinan CIA dan Menlu AS Diundang ke Kongres Bahas Ancaman Iran

pejabat pemerintahan donald trump memberikan briefing tertutup kepada kongres terkait rencana serangan terhadap iran. di tengah opsi diplomasi dan kesiapan militer as, ketegangan washington–teheran memicu kekhawatiran konflik besar yang bisa berdampak global.
Pejabat pemerintahan Donald Trump memberikan briefing tertutup kepada Kongres terkait rencana serangan terhadap Iran. Di tengah opsi diplomasi dan kesiapan militer AS, ketegangan Washington–Teheran memicu kekhawatiran konflik besar yang bisa berdampak global. (Diolah dari berbagai sumber)

Washington DC, Sinata.id — Gedung Capitol Hill berlangsung penuh ketegangan kemarin. Di balik pintu tertutup, para pemimpin legislatif Amerika Serikat menerima briefing dari dua tokoh penting Gedung Putih mengenai rencana potensial serangan militer terhadap Iran.

Dalam sesi yang digelar secara rahasia itu, Sekretaris Negara AS Marco Rubio bersama Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) John Ratcliffe memaparkan kepada pimpinan Kongres tentang dinamika terakhir hubungan Washington–Teheran yang makin memanas.

Advertisement

Waktu yang sama, Presiden Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan tahunan di hadapan seluruh anggota legislatif dan tamu undangan di Capitol. Ia membuka peluang diplomasi dengan Iran, tetapi tidak menutup kemungkinan opsi militer jika perundingan gagal mencapai hasil yang diinginkan.

Baca Juga  Trump Murka! Sebut Presiden Kolombia “Bos Narkoba Ilegal”

“Preferensi saya tetap diplomasi, tetapi kita tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ujar Trump, dikutip Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Viral Menu MBG Saat Ramadan di Palu, Guru Soroti Kualitas Makanan Siswa

Trump menekankan bahwa negosiasi di Jenewa masih terus berlangsung dan Teheran dikatakan “ingin membuat kesepakatan,” meskipun tidak mau menyerahkan komitmen tertulis bahwa mereka akan sepenuhnya menghapus ambisi nuklirnya.

Reaksi di gedung parlemen beragam. Sejumlah legislator dari kedua partai mengaku terkejut briefing yang dilakukan bersifat tertutup, tanpa penjelasan yang bisa diakses publik lebih luas. Kekhawatiran memuncak bahwa rencana militer melampaui kewenangan Presiden tanpa persetujuan Kongres.

Senator penting dari partai Demokrat bahkan menyuarakan bahwa Kongres perlu keterlibatan langsung sebelum keputusan militer diambil, mengingat implikasi konstitusional yang serius.

Baca Juga  Zetro Leonardo Purba, Diplomat RI Tewas Ditembak di Peru

Sementara itu, laporan independen menunjukkan Amerika telah mengerahkan kekuatan militer secara signifikan di kawasan Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir, peningkatan terbesar sejak dekade terakhir.

Pangkalan udara, kapal induk dan jet tempur ditempatkan strategis, mencerminkan kesiapan jika konflik benar-benar pecah. Para analis militer menyebut langkah ini sebagai kombinasi strategi tekanan dan kesiapsiagaan perang yang kuat.

Di tengah semua itu, publik juga dibingungkan oleh berita yang beredar bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Dan Caine, dilaporkan memperingatkan potensi risiko besar jika militer AS menyerang Iran. Trump membantah keras informasi itu dan menyatakan laporan tersebut sebagai “berita palsu.”

Menurut unggahan Trump di platform media sosialnya, jenderal senior itu “tidak ingin perang, tetapi yakin militer AS akan menang jika diperintahkan.”

Baca Juga  Mencekam! Brasil Perangi Geng Narkoba, 132 Orang Tewas Termasuk Polisi

Di lain sisi, ketegangan juga dirasakan langsung oleh warga Iran. Warga sipil mengatakan suasana di negara itu kini penuh kekhawatiran, bukan perang, tetapi bukan damai juga. Mereka khawatir akan serangan besar dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Seorang ibu rumah tangga di Teheran bahkan menyatakan keinginannya agar “serangan terjadi agar rezim bisa berubah,” meskipun ketidakpastian terus menyelimuti kehidupan mereka. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini