Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Mencekam! Brasil Perangi Geng Narkoba, 132 Orang Tewas Termasuk Polisi

mencekam! brasil perangi geng narkoba, 132 orang tewas termasuk polisi
Rio de Jeneiro berubah jadi medan perang berdarah. X

Brasil, Sinata.id – Operasi polisi terbesar dan paling mematikan di Rio de Janeiro, Brasil, baru-baru ini berubah menjadi medan perang berdarah.

Pada Selasa (28/10/2025), sekitar 2.500 aparat gabungan dari polisi dan militer melancarkan penggerebekan besar terhadap geng narkoba Comando Vermelho, yang sejak lama menguasai wilayah favela di kota tersebut.

Advertisement

Bentrokan bersenjata yang terjadi menyebabkan setidaknya 132 orang tewas, termasuk 115 tersangka dan empat petugas polisi, berdasarkan data Kantor Pembela Umum.

Namun, otoritas resmi menyebut angka kematian sementara sebanyak 119 jiwa. Operasi ini juga mengamankan 81 tahanan dan menyita 93 senjata api serta lebih dari setengah ton narkoba.

Penggerebekan besar-besaran ini dilakukan dengan dukungan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone.

Baca Juga  NASA Luncurkan Flight Kit Artemis II, Bawa Artefak Bersejarah ke Bulan

Geng Comando Vermelho melancarkan perlawanan sengit, termasuk penyergapan dengan tembakan otomatis dan penyerangan polisi menggunakan drone berisi bahan peledak.

Para anggota geng juga memasang blokade dengan bus yang disita untuk mencegah akses aparat.

Pemandangan seperti medan perang terlihat di jalanan favela saat warga yang ketakutan berlarian mencari perlindungan.

Setelah bentrokan selesai, warga favela Complexo da Penha menemukan puluhan jenazah di hutan pinggiran favela, termasuk korban yang dipenggal dan yang mengalami cacat parah, menimbulkan tuduhan eksekusi massal dari masyarakat.

Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut operasi tersebut sebagai keberhasilan strategis dalam memerangi “narkoterorisme” dan mengklaim hanya petugas polisi yang gugur dalam operasi ini.

Baca Juga  Maryam Abu Daqqa, Fotografer Independent Arabia Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Gaza

Namun, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan kegelisahan dan keterkejutan karena operasi sebesar ini berjalan tanpa sepengetahuan pemerintah federal.

Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak diinformasikan sebelumnya tentang langkah besar ini.

Warga dan aktivis Hak Asasi Manusia mengecam keras dan menuding polisi melakukan pembunuhan di luar prosedur hukum, dengan banyak korban ditembak dari arah belakang, ditembak di kepala, bahkan dalam kondisi terikat.

Pengacara keluarga korban melaporkan luka bakar dan tanda-tanda pembunuhan berdarah dingin pada beberapa jenazah.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyerukan investigasi segera terkait adanya korban jiwa dalam jumlah sangat besar tersebut.

Baca Juga  Perang Kembali Memanas! Rusia Lanjutkan Serangan ke Ukraina Usai Gencatan Senjata Paskah

Operasi ini menjadi sorotan internasional karena terjadi hanya beberapa hari menjelang konferensi iklim global COP30 yang diselenggarakan di Brasil, di kota Belem, Amazon.

Sementara pemerintah negara bagian memuji aksi keras polisi, masyarakat lokal dan organisasi HAM menuntut penjelasan dan keadilan atas transformasi favela menjadi zona perang yang penuh kekerasan dan penderitaan manusia.

Komisi Hak Asasi Manusia di legislatif Rio juga akan menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini, yang merupakan operasi paling berdarah dalam sejarah Rio de Janeiro. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini