Washington D.C., Sinata.id – Gelombang badai salju dahsyat kembali mengguncang Pantai Timur Amerika Serikat, memaksa ribuan penerbangan dibatalkan, memutus pasokan listrik ke ratusan ribu rumah dan menjungkirbalikkan aktivitas warga di sejumlah kota besar, termasuk New York dan Boston. Fenomena cuaca ekstrem ini menunjukkan salah satu gangguan musim dingin terberat yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi cuaca yang memicu whiteout dan angin kencang telah membuat operasi di beberapa bandar udara besar lumpuh total sepanjang hari Senin (23/2/2026). Berdasarkan tracking penerbangan global, lebih dari 5.600 jadwal penerbangan dibatalkan di wilayah timur laut AS, termasuk rute dari dan menuju John F. Kennedy (JFK), LaGuardia, hingga Newark Liberty, akibat salju tinggi dan landasan yang tidak aman.
Baca Juga: Kim Yo Jong Dipromosikan, Dinasti Kim Semakin Menguat di Korea Utara
Suhu beku dan tumpukan salju setinggi lebih dari setengah meter di beberapa lokasi membuat jalan raya tertutup dan transportasi umum macet total. Listrik padam dialami oleh ratusan ribu pelanggan, terutama di negara bagian Massachusetts, Rhode Island, dan New Jersey, di mana kombinasi salju berat dan angin membuat kabel listrik putus dan tiang roboh.
Walikota New York City, Zohran Mamdani, telah mengumumkan status darurat di kota itu, menyerukan kepada warga untuk tetap tinggal di dalam rumah dan membatasi perjalanan hanya untuk kebutuhan mendesak. “Kondisi salju dan angin sangat ekstrem; ini bukan saatnya berkendara,” ujarnya dalam briefing darurat yang disiarkan media nasional AS.
Akibat dampak badai, sekolah‑sekolah di seluruh wilayah terdampak menghentikan kegiatan belajar tatap muka, sementara layanan transportasi seperti kereta api regional juga mengalami penghentian operasi. Parkir dan pembersihan jalan menjadi prioritas utama bagi dinas pemadam kebakaran dan tim darurat setempat.
Fenomena ini termasuk dalam badai musim dingin besar yang dikenal sebagai northeaster, sistem cuaca yang seringkali membawa salju tebal dan angin kuat dari Atlantik ke seluruh garis pantai timur AS. Meski badai tak asing di kawasan tersebut, gelombang kali ini menimbulkan gangguan yang lebih luas, dari pemadaman listrik hingga penghentian kegiatan udara dan darat secara paralel.
Badan layanan cuaca nasional AS (National Weather Service) memperingatkan masyarakat bahwa badai masih akan berdampak signifikan hingga beberapa hari ke depan, dengan salju tambahan dan suhu beku yang berpeluang bertahan. Para petugas darurat terus bekerja siang malam membersihkan jalan utama dan memulihkan layanan publik yang terhenti. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini