Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 25 Mei 2026 |18:58 WIB |Volume: 1K • 1K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 0.5K • 0.2K • 2K • 0.5K • 3K DMI • BLW • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • LOCO NGABANG • PARINDU • LOCO KEMBAYAN • FOB TANAH MERAH • LOCO LUWU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 1K · DMI
12333 (EUP) 12000 (WNI/IMT/KJA) 11990 (AGM) 14850 - WD
N4 N4 (N4)
Vol: 1K · BLW
12333 (EUP) 12000 (SMART/BEST/MNA) 11990 (ARM) 14850 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · BLW
12333 (EUP) 12000 (SMART/BEST/MNA) 11990 (ARM) 14850 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
12133 (PRISCOLIN) 11800 (WNI) 11790 (AGM) 14650 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
- 11870 (WNI) 8000 (PRCW) 14720 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
11983 (EUP) 11585 (MNA) 10850 (PBI) 14500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · PARINDU
11893 (EUP) 11510 (MNA) 10850 (PBI) 14500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
11883 (EUP) 11435 (MNA) 10750 (PBI) 14400 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 2K · FOB TANAH MERAH
11933 (EUP) 10000 (LDCI) - 14450 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD dengan persaingan harga cukup aktif di beberapa lokasi. Tender FOB PALOPO dan LOCO LUWU belum terdapat bidder. Penawaran tertinggi tercatat di DMI dan BLW dengan CTR 14.850, sementara FOB TANAH MERAH berada di level CTR 14.450.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Olahraga

Alysa Liu Raih Emas Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan Senyum Tanpa Tekanan

alysa liu raih emas olimpiade musim dingin 2026 dengan senyum tanpa tekanan
Alysa Liu. (gettyimages)

Milan, Sinata.id – Alysa Liu tampil tanpa beban saat memastikan medali emas nomor tunggal putri seluncur indah pada Olimpiade Musim Dingin 2026.

Di tengah sorotan dan tekanan kompetisi, atlet Amerika Serikat itu justru menunjukkan ekspresi santai dan penuh kegembiraan.

Advertisement

Seperti dilansir Kamis (20/2/2026), usai menyelesaikan program bebasnya, Liu mengangkat tangan dengan dramatis, memberi hormat kepada penonton, lalu tersenyum lebar. Tidak ada air mata haru atau selebrasi berlebihan. Ia tampak menikmati momen tersebut dengan sederhana.

Di cabang olahraga yang sarat tekanan individu, setiap gerakan dan lompatan dapat menentukan nasib atlet. Namun Liu tampil berbeda. Saat pesaingnya, seperti Ilia Malinin dan Amber Glenn, menunjukkan emosi usai penampilan mereka, Liu tetap tenang.

Baca Juga  Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah! Kalahkan Jepang dan Lolos ke Final Piala Asia

Baca juga:Jadwal Olimpiade Musim Dingin 2026 15 Februari & Klasemen Medali

Ketika skor akhir memastikan dirinya meraih emas, Liu lebih dulu menghampiri rivalnya, Ami Nakai, dan memeluknya. Di podium, ia bahkan terlihat lebih sibuk merapikan boneka maskot daripada larut dalam euforia kemenangan.

Saat ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan Olimpiade, Liu menjawab santai, “Anda harus menjelaskan kepada saya apa itu tekanan Olimpiade. Siapa yang memberikannya?”

Bangkit Setelah Pensiun Dini

Perjalanan Liu menuju emas tidaklah singkat. Ia pernah mengejutkan dunia dengan pensiun pada usia 16 tahun setelah meraih berbagai prestasi, termasuk gelar nasional Amerika Serikat dan medali Kejuaraan Dunia.

Setelah menjauh dari dunia seluncur indah, Liu menjalani kehidupan remaja pada umumnya kuliah, berkumpul dengan teman, hingga mengeksplorasi minat pribadi. Keputusan kembali ke arena es merupakan pilihannya sendiri, bukan karena tekanan eksternal.

Baca Juga  Liverpool Tumbang di Kandang Galatasaray

Kembalinya Liu membuahkan hasil manis. Ia tampil lebih matang, tidak hanya secara teknik, tetapi juga secara emosional. Program bebasnya yang diiringi lagu “MacArthur Park” memukau penonton dengan ekspresi yang lepas dan penuh penghayatan.

Baca juga:Italia Raih Emas Perdana Olimpiade Musim Dingin 2026 Lewat Snowboard PGS

Menurutnya, medali bukanlah segalanya. “Jika saya jatuh di setiap lompatan, saya tetap akan berada di sana mengenakan gaun ini, jadi apa pun yang terjadi, saya baik-baik saja,” ujarnya.

Kemenangan ini menjadikan Liu sebagai perempuan Amerika pertama dalam 24 tahun terakhir yang meraih emas Olimpiade di nomor tersebut. Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilannya mencerminkan perjalanan menemukan jati diri dan kebebasan dalam olahraga yang pernah ia tinggalkan. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini