Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Trump Bahas Opsi Militer ke Iran, Rusia Langsung Bereaksi

trump bahas opsi militer ke iran, rusia langsung bereaksi
Kapal Induk milik AS. (usnavy)

Teheran, Sinata.id – Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan berada dalam posisi siaga untuk melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini.

Namun, Presiden Donald Trump disebut belum mengambil keputusan akhir terkait langkah tersebut.

Advertisement

Laporan kantor berita Turki, Anadolu, mengutip pemberitaan CNN yang menyebutkan bahwa kekuatan udara dan laut AS telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari kesiapan militer.

Pada Kamis (19/2/2026), Trump menggelar pertemuan guna meninjau perkembangan terbaru terkait Iran. Berdasarkan laporan Axios, pertemuan tersebut membahas berbagai opsi, mulai dari jalur diplomasi hingga kemungkinan tindakan militer.

Baca juga:Rusia Minta AS Tak Bermain Api Lawan Iran

Pertemuan itu dihadiri oleh utusan Timur Tengah Steve Witkoff, penasihat senior Jared Kushner, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Mereka memberikan laporan mengenai pembicaraan nuklir dengan delegasi Iran di Jenewa serta opsi kebijakan yang dapat diambil Washington.

Baca Juga  Trump Klaim AS Jajaki Kesepakatan dengan Kuba di Tengah Tekanan Ekonomi

Sejumlah pejabat memperingatkan bahwa langkah militer terhadap Iran berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas dibandingkan operasi terbatas yang pernah dilakukan AS di Venezuela pada Januari lalu.

Selain isu Iran, Trump juga menerima laporan mengenai perkembangan perang Rusia–Ukraina serta pembentukan Dewan Perdamaian yang digagasnya untuk menangani krisis di Gaza, Palestina.

Peringatan Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan bahwa serangan militer baru terhadap Iran dapat membawa konsekuensi serius bagi stabilitas global.

Dalam wawancara yang dipublikasikan pada Rabu (18/2/2026), Lavrov menyerukan pengendalian diri dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Baca juga:Trump Terlibat Tak Langsung, Iran dan AS Lanjutkan Negosiasi Nuklir

Baca Juga  New York Izinkan TikTok Kembali Digunakan di Perangkat Pemerintah

Ia menilai eskalasi militer sangat berbahaya, terutama karena sejumlah serangan sebelumnya disebut telah menyasar fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Menurut Lavrov, risiko insiden nuklir nyata apabila ketegangan terus meningkat. Ia juga menekankan bahwa negara-negara Arab dan monarki Teluk tidak menginginkan peningkatan konflik di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada televisi Al-Arabiya Arab Saudi, sehari setelah negosiator AS dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Jenewa sebagai upaya meredam krisis.

Diplomasi atau Eskalasi?

Ketegangan yang meningkat dikhawatirkan dapat menghambat kemajuan diplomatik yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perbaikan hubungan antara Iran dan Arab Saudi.

Baca Juga  Sosok Fatima Bosch, Raih Gelar Miss Universe 2025 usai Dihina dan Diperdebatkan

Di sisi lain, seorang pejabat senior AS menyebut Iran diharapkan segera mengajukan proposal tertulis untuk memecahkan kebuntuan perundingan. Meski demikian, Washington tetap memperkuat kesiagaan militernya di Timur Tengah.

Baca juga:Hizbullah Soroti Ketegangan AS-Iran dan Peran Israel di Baliknya

Pejabat tersebut menyatakan bahwa seluruh pasukan AS yang dikerahkan ke kawasan harus berada dalam posisi siap pada pertengahan Maret.

AS terus mendesak Iran menghentikan program nuklirnya. Namun, Teheran membantah tudingan bahwa mereka mengembangkan senjata atom dan menegaskan program nuklirnya bertujuan damai.

Lavrov menambahkan bahwa Rusia tetap menjalin komunikasi intensif dengan Iran dan meyakini Teheran berkomitmen pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini