Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai perayaan Tahun Baru Imlek dapat dimaknai lebih dari sekadar tradisi budaya.
Ia memandang momentum tersebut sebagai kesempatan strategis untuk mempercepat pembangunan melalui penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat.
Selasa (17/2/2026), Lestari mengatakan, perayaan Imlek yang melibatkan berbagai elemen masyarakat membuka ruang interaksi dan dialog antar kelompok.
Menurutnya, situasi ini berperan penting dalam mempererat persatuan dan solidaritas antarwarga.
Wakil Ketua MPR RI yang akrab disapa Rerie itu menegaskan bahwa Imlek kini tidak lagi dipahami sebatas simbol identitas budaya.
Lebih dari itu, lanjutnya, perayaan tersebut mencerminkan bagaimana keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat dikelola menjadi energi kolektif untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan yang kian kompleks menuntut partisipasi aktif seluruh elemen bangsa.
Di tengah kebinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia, menurutnya, kohesi sosial yang kokoh menjadi prasyarat agar cita-cita bersama dapat terwujud.
Rerie berharap, peringatan Imlek tahun ini mampu dimanfaatkan secara optimal untuk mempererat persatuan dan meningkatkan semangat gotong royong, sebagai modal penting dalam memperkuat daya saing bangsa di masa mendatang. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini