Jakarta, Sinata.id — Tim Davis Indonesia tampil tanpa ampun dan memastikan tiket promosi ke Piala Davis Grup II Dunia usai membungkam Togo dengan skor telak 4-0 pada laga playoff, Minggu (8/2/2026). Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan Merah Putih di panggung tenis dunia.
Tiket promosi dikunci lewat partai tunggal keempat. Anthony Susanto tampil dominan saat berhadapan dengan Kadanga Kili, mengakhiri duel dua set langsung 6-1, 6-4. Hasil itu melengkapi tiga kemenangan Indonesia sebelumnya dari dua partai tunggal dan satu laga ganda.
Atmosfer kemenangan semakin terasa ketika Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir menyaksikan langsung perjuangan tim nasional. Ia menilai performa para petenis konsisten sejak sukses di ajang regional.
“Senang, karena kemarin waktu SEA Games juga para pemain memberikan yang terbaik, itu juara, emas. Dan hari ini sebenarnya tadi sudah menang 3-0 sama Togo. Artinya kan lolos ke Grup II,” ujar Erick.
Namun, baginya, kemenangan ini bukan garis akhir. Tantangan sesungguhnya menanti pada September mendatang ketika Indonesia kembali tampil di Grup II Dunia.
“Nanti September, insya Allah, entah kita jadi tuan rumah atau mungkin nanti kita bertandang. Tapi sama saja, tuan rumah atau pun bertandang, harus tetap bertarung,” kata Erick.
Skuad Davis Indonesia kali ini dihuni para pemain yang juga menjadi tulang punggung tim peraih emas beregu putra SEA Games 2025 Thailand. Soliditas dan mental juara mereka terlihat sejak hari pertama.
Sabtu (7/2/2026), Indonesia langsung tancap gas dan unggul 2-0. Muhammad Rifqi Fitriadi membuka jalan dengan kemenangan meyakinkan atas petenis muda Togo, Noah Koffi, 6-1, 6-1. Keunggulan kemudian digandakan oleh Justin Barki yang menundukkan Kwami Stanislas Dussey 6-0, 6-3.
Momentum Merah Putih berlanjut di partai ganda. Pasangan Christopher Rungkat/Justin Barki tampil agresif dan mengalahkan duet Dussey/Kili dengan skor 6-0, 7-5, sekaligus memastikan Indonesia unggul 3-0. Meski kemenangan tim sudah diraih, partai keempat tetap dimainkan sesuai regulasi—dan di sanalah Anthony mengunci skor sempurna.
Lebih dari sekadar promosi, hasil ini menjadi balas dendam manis. Dua tahun lalu, Indonesia harus menelan pil pahit saat kalah 2-3 dari Togo di laga tandang, yang membuat Merah Putih terdegrasi ke Grup III zona Asia/Oceania untuk pertama kalinya.
Namun kebangkitan dimulai pada 2025. Indonesia mendominasi Pool B dan kembali naik kasta setelah menaklukkan Suriah (2-1), Kamboja (3-0), Sri Lanka (3-0), dan Yordania (2-1). [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini