Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Polri Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Ancaman Virus Nipah di Indonesia

polri tingkatkan kewaspadaan dini cegah virus nipah, bersinergi dengan kemenkes untuk edukasi publik dan pengawasan kesehatan di indonesia.
Polri tingkatkan kewaspadaan dini cegah Virus Nipah, bersinergi dengan Kemenkes untuk edukasi publik dan pengawasan kesehatan di Indonesia. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Polri memperketat kewaspadaan dini terkait potensi ancaman Virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ada kasus positif di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung penanganan wabah oleh instansi teknis terkait.

Brigjen Pol. Indarto, Wakil Kepala Posko Presisi Mabes Polri, menekankan pentingnya pemahaman personel Polri terhadap peran, fungsi, dan batas kewenangan dalam menghadapi potensi wabah. Menurutnya, virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menimbulkan dampak serius bila tidak diantisipasi dengan baik.

Advertisement

“Kita belum mendapat laporan kasus, tapi tentu kita harus mewaspadai,” ujar Indarto, Rabu (3/2/2026), seperti dilansir dari Humas Polri.

Baca Juga  CDC Taiwan Masukkan Virus Nipah Kategori 5, Indonesia Diminta Waspada

Selain itu, Polri juga menyiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi disinformasi dan hoaks, melalui edukasi publik, klarifikasi informasi, dan pengamanan situasi agar tetap kondusif. Indarto menegaskan, tujuan utamanya adalah menjaga masyarakat tidak panik berlebihan dan memastikan informasi yang beredar akurat.

Dari sisi pemerintah, Director Health Quarantine Surveillance Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, menyebut telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh. Antara lain 198 rumah sakit rujukan, penguatan jejaring laboratorium nasional, serta fasilitas pemeriksaan RT-PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS).

Sumarjaya menjelaskan, Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi produk atau makanan mentah yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan manusia atau benda yang terpapar.

Baca Juga  Bareskrim Bongkar Sindikat Besar: 30 Ribu Ekstasi Berlogo “LV” Siap Edar ke Jawa

“Masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4–14 hari, dengan tingkat kematian mencapai 40–75 persen. Gejalanya meliputi gangguan pernapasan dan neurologis,” ujar Sumarjaya.

Hingga kini, pemerintah memastikan belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia. Upaya pencegahan terus dilakukan melalui penguatan pengawasan kesehatan, disertai komunikasi publik yang menenangkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh berita palsu. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini