Medan, Sinata.id – Rekam jejak panjang komplotan pencurian sepeda motor akhirnya terhenti. Seorang pemuda yang diduga menjadi spesialis curanmor lintas wilayah tumbang setelah ditembak petugas saat pengembangan kasus di kawasan Jalan Medan–Binjai Kilometer 9, Simpang Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Unit Reskrim mengamankan dua pelaku yang disebut telah berulang kali meresahkan warga. Salah satu di antaranya, Reza Andi Setiawan (20), terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan aktif. Sementara rekannya, Opik (19), telah lebih dulu diamankan oleh Polsek Sunggal.
Aksi terakhir keduanya diketahui menyasar sepeda motor milik Putri Athiya Harahap (22), warga Kecamatan Medan Timur. Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati fakta mengejutkan: komplotan ini telah beraksi sedikitnya di 14 lokasi berbeda dalam rentang waktu kurang dari satu tahun.
“Keduanya merupakan pelaku curanmor yang cukup aktif. Saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, salah satu pelaku melawan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur,” ujar Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M. Butar-butar, didampingi Kanit Reskrim Iptu Khairul Fajri Lubis, Kamis (22/1/2026).
Kasus ini bermula dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor saat diparkir di rumah kos. Kendaraan ditinggal dalam kondisi stang terkunci, namun raib hanya dalam hitungan jam. Laporan itu menjadi pintu masuk pengusutan panjang hingga akhirnya polisi menerima informasi pergerakan pelaku di wilayah Sunggal.
Kolaborasi cepat antar-polsek membuahkan hasil. Kedua terduga berhasil dikejar dan diamankan pada Senin, 19 Januari 2026. Saat pengembangan lanjutan, salah satu pelaku mencoba melawan petugas dan melarikan diri, hingga akhirnya dilumpuhkan.
Dalam penindakan tersebut, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan, di antaranya dua helai pakaian lengan panjang bermotif, serta dua helm yang kerap digunakan pelaku saat beraksi.
Hasil pemeriksaan mengungkap, pelaku mengakui seluruh perbuatannya dan menyebutkan 14 titik lokasi pencurian yang tersebar di kawasan Medan Timur, termasuk Jalan Gunung Sibayak, Jalan Mustafa, Jalan Ampera, Jalan Sentosa Baru, hingga Alfalah Raya.
Rangkaian lokasi dan waktu kejadian itu memperkuat dugaan bahwa komplotan ini bukan pelaku dadakan, melainkan spesialis pencurian sepeda motor yang telah lama beroperasi.
Kini, kedua pelaku telah diamankan untuk proses hukum lanjutan. Polisi menegaskan pengembangan masih terus dilakukan guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain serta mengupayakan pengembalian kendaraan milik para korban. [dfb]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini