Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Update Pesawat ATR 42-500 Jatuh, 14 Korban Ditemukan

update pesawat atr 42-500 jatuh, 14 korban ditemukan
Proses evakuasi jenazah kecelakaan pesawat ATR 42-500. (basarnas)

Makassar, Sinata.id – Tim SAR gabungan kembali menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dengan penemuan terbaru ini, total korban yang berhasil ditemukan menjadi 14 orang, termasuk sejumlah bagian tubuh manusia yang masih dalam proses identifikasi.

Advertisement

Dari delapan korban tersebut, dua jenazah telah berhasil diidentifikasi, masing-masing atas nama Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, dan Deden Maulana, staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara itu, potongan tubuh manusia lainnya masih ditangani oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Kita bersyukur sudah delapan korban dan satu tulang berhasil ditemukan. Mudah-mudahan jumlahnya terus bertambah sehingga seluruh korban dapat ditemukan,” ujar Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, di Posko SAR Tompo Bulu, Kamis (22/1/2026).

Baca juga:Tiga Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Dody menjelaskan, enam korban ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari lokasi penemuan korban pertama, yakni Deden Maulana. Secara keseluruhan, titik penemuan berada kurang lebih 250 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung.

Baca Juga  Miris! 4 Remaja di Pandan Kedapatan Ngelem di Kafe, Polisi Turun Tangan

“Salah satu lokasi jenazah berada di sisi selatan dari titik awal, sekitar 100 meter ke bawah. Tim masih terus menyisir sisi lain lokasi dan menunggu perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi jenazah menuju puncak gunung. Proses pengangkatan direncanakan menggunakan teknik jetring, metode yang sebelumnya telah diterapkan saat evakuasi korban kedua.

“Kita doakan bersama agar proses evakuasi berjalan lancar. Setelah sampai di puncak, jenazah akan dibawa ke posko dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Dody.

Untuk mendukung proses evakuasi, tim SAR mengerahkan tim rescue vertikal. Menurut Dody, tantangan terbesar di lapangan adalah kondisi medan yang curam serta kesulitan memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah akibat kondisi korban.

Selain medan ekstrem, penggunaan teknik jetring juga membutuhkan kehati-hatian tinggi. Faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama kelancaran evakuasi.

“Jika cuaca memungkinkan, setelah dilakukan pelabelan oleh tim DVI di posko, jenazah akan dijemput menggunakan helikopter di lapangan bola Desa Tompo Bulu. Namun jika cuaca tidak mendukung, jalur darat tetap menjadi alternatif seperti sebelumnya,” katanya.

Baca Juga  Dugaan Peredaran Narkoba Pulo Kumba, BNN Pematangsiantar Lapor BNN Sumut

Baca juga:Sebelum Jatuh Kondisi Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Laik Terbang

Dody menambahkan, kondisi jenazah dilaporkan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama sekitar enam hari, sehingga menyulitkan proses pengenalan awal di lapangan.

“Kondisi jenazah membesar. Secara visual masih terlihat bagian tubuhnya, tetapi pengenalan langsung cukup sulit,” ungkapnya.

Untuk menemukan sisa korban yang belum dievakuasi, tim SAR gabungan mengubah strategi pencarian. Jika sebelumnya pergerakan dilakukan secara harian, kini tim akan berada di lokasi selama tiga hari berturut-turut dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan.

“Kami membagi sektor pencarian dari sektor 1 hingga sektor 8 dengan kode warna berbeda. Strategi ini diterapkan agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat,” jelas Dody.

Selain evakuasi korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 dalam kondisi relatif utuh. Black box tersebut terdiri dari dua komponen, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Baca Juga  Kadishub Simalungun Bungkam Soal Truk Tiga Sumbu, Kecelakaan Maut Jadi Sorotan

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memastikan temuan tersebut akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi.

Baca juga:KNKT Ungkap Dugaan CFIT pada Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

“Tugas kami hanya mencari dan menemukan. Sesuai kesepakatan, black box akan diserahkan kepada KNKT karena mereka yang berwenang melakukan investigasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Posko AJU, Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Sebelumnya, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menyebutkan black box ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA, menempel di bagian ekor pesawat.

“Secara visual, kondisinya terlihat utuh. Namun penetapan resmi dan pemeriksaan lanjutan tetap menjadi kewenangan KNKT,” katanya.

Selain black box, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, antara lain laptop, buku catatan, serta paspor milik kopilot ATR 42-500, Farhan Gunawan. (A02)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini